Menag: Jaga Kerukunan Umat Beragama Jelang Pilkada

:


Oleh H. A. Azwar, Sabtu, 15 Oktober 2016 | 15:49 WIB - Redaktur: Gusti Andry - 2K


Jakarta, InfoPublik - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin berharap masyarakat menjaga kerukunan umat beragama saat menghadapi tensi politik yang tinggi jelang Pilkada di beberapa provinsi dan kabupaten/kota.

Pasalnya, menurut Lukman, Pilkada sering menimbulkan friksi di masyarakat karena pandangan yang beragam dan berbeda antara satu dengan yang lain.

Disinilah kita merasa perlu sebagai bangsa yang religius, agama bisa dijadikan sesuatu yang justru menjadi faktor positif dalam upaya kita menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa dan dan jangan sampai kemudian agama dijaidkan oleh pihak-pihak tertentu yang justru ingin merusak kebersamaan kerukunan kita, bahkan kemudian mengancam integrasi kita sebagai sebuah bangsa, ujar Lukman kepada media saat menyampaikan pernyataan pers bersama hasil pertemuan pimpinan Majlis Agama di Jakarta, Jumat (14/10).

Dalam keterangan persnya tersebut, Lukman didampingi Ketua MUI KH Makruf Amin, Romo Magnis Suseno, dan Budayawan Jaya Suprana serta pimpinan majlis agama.

Adapun dua hal yang disampaikan terkait hasil pertemuan;

Pertama, agama haruslah digunakan untuk hal-hal positif. Untuk menciptakan kerukunan, merawat perdamaian, tidak hanya semata-mata menjunjung tinggi nilai agama itu sendiri tapi tidak kalah pentingnya agama harus digunakan untuk menumbuhkan kesadaran kita semua, agar kita mampu menjaga persaudaraan menebarkan kemanfaatan kemaslahatan dan pada akhirnya menciptakan kesejahteraan, perdamaian dan hidup bersama.

Kedua, kepada pasangan calon baik pilkada di tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota dan juga dikalangan tim suksesnya masing-masing dan tidak kalah pentingnya adalah media, media secara khusus disoroti oleh peserta pertemuan, agar juga bisa memberikan kontribusi positif dalam upaya menjaga dan merawat kerukunan hidup antarumat beragama ini.

Kita berharap para pasangan calon dan tim suksesnya dan para netizen pengguna sosial media, agar lebih bijak arif dalam mempromosikan pasangannya. Jadi promotif pendekatannya bukan konfrontatif, maksudnya untuk mengatakan bahwa saya yang paling bersih, tidak harus mengatakan yang lain itu kotor semuanya, atau untuk mengatakan saya yang paling tinggi, tidak harus mengatakan yang lain itu rendah semuanya, beber Lukman.

Lukman juga menghimbau kepada para pasangan calon dan tim khusus calon untuk menjaganya. “Kita himbau dengan sangat agar menggunakan agama untuk hal-hal yang positif, untuk hal yang sifatnya promotif bukan hal yang konfrontatif,” pesan Lukman.

Untuk itu, Lukman minta tidak menggunakan agama untuk saling menjelekkan, saling mendeskreditkan dan hal negatif lainnya, oleh karenanya tadi dipandang perlu tokoh dan majelis-majelis agama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di setiap provinsi dan kabupaten/kota bisa mengundang para pasangan calon, tim suksesnya masing-masing dan media baik di pusat dan di daerah untuk juga memahami hal ini. Sehingga sekali lagi, keindonesiaan kita bisa terjaga, tidak justru terkoyak, terobek persatuan dan kerukunan hidup antar kita. “Hal-hal justru yang sangat destruktif, semua itu harus kita hidari,” tukas Lukman.