Jakarta, InfoPublik - Setiap hari, sekolah menjadi tempat anak-anak belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan. Agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik, kondisi bangunan dan fasilitas sekolah juga perlu mendapat perhatian.
Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, perbaikan sekolah menjadi salah satu upaya pemerintah dalam pembangunan sektor pendidikan.
Seperti dilansir dari laman setkab.go.id, pemerintah menjalankan program perbaikan sekolah yang disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah Indonesia. Pada 2025, sebanyak 16.167 sekolah telah diperbaiki. Jumlah tersebut meningkat menjadi 71.744 sekolah pada 2026.
Peningkatan tersebut menunjukkan perluasan pelaksanaan program perbaikan sekolah dari tahun sebelumnya. Jumlah sekolah yang diperbaiki pada 2026 mencapai lebih dari empat kali lipat dibandingkan 2025.
Perbaikan sekolah tidak hanya berkaitan dengan bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari penyediaan sarana pendidikan yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Melalui program ini, pemerintah menempatkan pembenahan fasilitas sekolah sebagai salah satu agenda pembangunan pendidikan.
Capaian tersebut menjadi bagian dari catatan pelaksanaan program pendidikan selama pemerintahan Prabowo-Gibran. Peningkatan jumlah sekolah yang diperbaiki pada 2026 menunjukkan skala pelaksanaan program yang lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan demikian, perbaikan sekolah menjadi salah satu program yang dapat dilihat dalam perjalanan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam pembangunan sarana pendidikan di Indonesia.