Jakarta, InfoPublik - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di 2018 ini kembali membuka kesempatan Bidikmisi untuk siswa kelas XII. Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu. 

Program ini dapat digunakan untuk mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maupun Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pendaftaran program Bidikmisi dibuka mulai 15 Januari 2018 dan ditutup 30 September 2018 di http://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id.

Sebelum mendaftar, calon peserta terlebih dahulu harus mempelajari prosedur pendaftaran program Bidikmisi melalui laman tersebut. Setelah itu, calon peserta dapat langsung mendaftar secara online.

Calon peserta penerima Bidikmisi yang dinyatakan memenuhi persyaratan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti akan memperoleh Kode Akses Pendaftaran (KAP) dan Personal Indentification Number (PIN) untuk melakukan pendaftaan.

Calon peserta penerima Bidikmisi yang tidak diterima melalui SNMPTN 2018, dapat menggunakan KAP dan PIN untuk mendaftar SBMPTN 2018, tanpa harus membayar biaya seleksi. Sementara, calon peserta yang lulus SNMPTN tapi ingin mendaftar SBMPTN 2018, harus memperoleh KAP dan PIN baru melalui laman  http://pendaftaran.sbmptn.ac.id

Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan, berbeda dari beasiswa yang berfokus pada memberikan penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi, bidikmisi berfokus kepada yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi. Walaupun demikian, syarat prestasi pada bidikmisi ditujukan untuk menjamin bahwa penerima bidikmisi terseleksi dari yang benar benar mempunyai potensi dan kemauan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

Persyaratan untuk mendaftar Bidikmisi 2018 adalah sebagai berikut:

1. Siswa SMA/SMK/MA atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2018
2. Lulusan tahun 2017 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi;
3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
4. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:

a. Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) atau Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya

b. Pendapatan kotor gabungan orang Tua/Wali (suami istri) maksimal sebesar Rp4.000.000,00 per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 setiap bulannya.

5. Pendidikan orang Tua/Wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.

6. Memiliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi objektif dan akurat dari Kepala Sekolah;

7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS dengan ketentuan:
a. PTN dengan pilihan seleksi masuk:
1.    Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN);
2.    Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN);
3.    Seleksi mandiri PTN.
4.    Politeknik, UT, dan Institut Seni dan Budaya
5.    PTS sesuai dengan pilihan seleksi masuk.
6.  Memiliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi objektif dan akurat dari Kepala Sekolah.

7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS dengan ketentuan:

a. PTN dengan pilihan seleksi masuk:
1.    Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN);
2.    Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN);
3.    Seleksi mandiri PTN.
4.    Politeknik, UT, dan Institut Seni dan Budaya
5.    PTS sesuai dengan pilihan seleksi masuk.

Berikut ini jadwal pendaftaran Bidikmisi 2018