BRIN Kenalkan Rancangan Geomimo di World Water Forum ke-10

: Plt. Kepala Pusat Riset Geoinformatika, M. Rokhis Khomarudin mempresentasikan rancangan Geomimo pada sesi panel


Oleh Mukhammad Maulana Fajri, Jumat, 24 Mei 2024 | 21:26 WIB - Redaktur: Untung S - 161


Jakarta, InfoPublik - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Geoinformatika mengenalkan rancangan Geomimo (Geoinformatika Multi Input dan Multi Output), untuk pengelolaan sumber daya air pada ajang World Water Forum ke-10 di Bali International Convention Center.

Dikutip dari keterangan tertulis www.brin.go.id, Jumat (24/5/2024) Geomimo merupakan sebuah platform yang berfungsi untuk mengumpulkan data satelit penginderaan jauh dan geospasial (multi input),  kemudian diolah dan dianalisis secara otomatis untuk menghasilkan berbagai informasi (multi output).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Riset Geoinformatika, M Rokhis Khomarudin, dalam kesempatan tersebut mempresentasikan rancangan Geomimo pada sesi panel "CC09. Towards better capacity development and collaboration on data, information, knowledge, and innovation for promoting resilience and DRR" yang menjadi bagian atau side event dari gelaran World Water Forum ke-10.

Rokhis dalam paparanya menekankan pentingnya berbagi data dan pengetahuan dalam pemanfaatan penginderaan jauh untuk penanggulangan bencana terkait air.

Ia menjelaskan bahwa berbagai platform berbagi data penginderaan jauh telah dimanfaatkan untuk menangani bencana seperti kebakaran lahan/hutan, banjir, dan kekeringan.

“Pusat Riset Geoinformatika BRIN telah menggunakan platform-platform ini untuk membangun sistem pemantauan bencana terkait air,” ujar Rokhis.

Rokhis juga menyoroti mekanisme Sentinel Asia dan International Disaster Charter yang digunakan untuk menganalisis data satelit penginderaan jauh sebelum dan sesudah bencana. Ia menunjukkan contoh gambar banjir di Sumatera Barat sebagai ilustrasi.

“Geomimo dirancang untuk melayani tiga jenis pengguna: instansi pemerintah (K/L/D), sektor swasta, dan masyarakat umum. Platform ini akan mencakup elemen berbagi data, peningkatan kapasitas (SDM dan infrastruktur), dan kerjasama. Beberapa pihak internasional seperti JAXA Jepang, NASA, LASAC China, dan UN ESCAP sudah siap bekerja sama,” ujarnya.

Rokhis menympaikan, geomimo akan fokus pada riset dan pengembangan sistem untuk ketahanan pangan, lingkungan, kebencanaan, perhitungan emisi gas rumah kaca, serta isu strategis lainnya seperti penangkapan ikan ilegal, penanaman ganja ilegal, dan isu pertahanan serta keamanan.

“Geomimo akan menjadi alat yang vital dalam pengelolaan sumber daya air dan penanggulangan bencana di Indonesia dan global,” ujar Rokhis.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 11:12 WIB
Menteri PUPR Dorong Kolaborasi Transformatif untuk Ketahanan Air Global
  • Oleh Mukhammad Maulana Fajri
  • Senin, 27 Mei 2024 | 12:22 WIB
BRIN Dukung Riset dan Inovasi Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
  • Oleh Jhon Rico
  • Jumat, 24 Mei 2024 | 20:53 WIB
Perempuan Asal Lampung Terima Kyoto World Water Grand Prize 2024