Miliki Potensi NBS Besar, Indonesia Dorong Implementasi Infrastruktur Biru

: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) berkolaborasi dengan Van Oord menggelar sesi diskusi bertajuk


Oleh Fatkhurrohim, Jumat, 24 Mei 2024 | 21:20 WIB - Redaktur: Untung S - 104


Bali, InfoPublik – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) berkolaborasi dengan Van Oord menggelar sesi diskusi bertajuk "Infrastruktur Biru dengan Solusi Berbasis Alam untuk Perlindungan Pantai dan Pengelolaan Sumber Daya Air" di Nusa Dua Bali, Kamis (23/5/2024).

Kegiatan yang digelar dalam rangkaian konvensi World Water Forum ke-10 di Bali itu, bertujuan menampilkan Nature-Based Solutions (NBS) yang patut dicontoh dan mendiskusikan perannya dalam memajukan upaya aksi iklim. Nature-Based Solutions (NBS) dianggap tangguh dan memungkinkan untuk pembelajaran berkelanjutan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat (24/5/2024), Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air, Kemenko Marves Lukijanto menekankan pentingnya solusi berbasis alam dalam mengatasi tantangan sosial dan lingkungan, termasuk perubahan iklim, kesehatan manusia, ketahanan pangan, polusi air, keamanan air, hilangnya keanekaragaman hayati, dan manajemen risiko bencana.

Lukijanto pun menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam memanfaatkan sumber daya alamnya secara berkelanjutan dan menghasilkan pendapatan dari penjualan karbon. 

"Berdasarkan riset berbagai institusi, Indonesia diperkirakan memiliki Nature-Based Solutions (NBS) atau Ecological Based Approach (EBA) yang mencapai 1,5 GT CO2eq per tahun, setara dengan Rp112,5 triliun atau US$7,1 miliar. Potensi besar tersebut diharapkan dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045," ungkap Lukijanto. 

Koordinator Infrastruktur Sumber Daya Air dan Pantai Kemenko Marves, Suraji menyatakan bahwa Konsep Infrastruktur Biru (Blue Infrastructure) terintegrasi dengan Solusi Berbasis Alam dalam perencanaan pembangunan infrastruktur terpadu khususnya pada bidang pengelolaan sumber daya air, aksi iklim, ketahanan bencana, wilayah laut serta pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan sebuah jaringan inisiatif yang cukup dinamis untuk dibahas.  

Rancangan infrastruktur biru memberikan cara yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir akan infrastruktur yang tahan terhadap dampak perubahan iklim dan bencana alam.

"Blue Infrastructure merupakan pendekatan baru yang mengintegrasikan solusi berbasis alam untuk keamanan sumber daya air, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil. yang dirancang berkelanjutan, untuk meningkatkan ekosistem pesisir dan perekonomian masyarakat pesisir" jelas Suraji.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Mukhammad Maulana Fajri
  • Senin, 27 Mei 2024 | 12:22 WIB
BRIN Dukung Riset dan Inovasi Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
  • Oleh Isma
  • Minggu, 26 Mei 2024 | 22:13 WIB
World Water Forum Hadirkan Inovasi Terbaru Pengelolaan Air
  • Oleh Mukhammad Maulana Fajri
  • Sabtu, 25 Mei 2024 | 09:21 WIB
BRIN Ajak Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mengelola Danau di Indonesia
  • Oleh Isma
  • Jumat, 24 Mei 2024 | 21:31 WIB
PT PII Berperan Aktif di World Water Forum 2024