Gelontorkan EUR1,11 Miliar, Komisi Eropa Dukung Penuh Program Twin Basin

: Policy Officer European Commision DG INTPA Kevin Chretien di Media Center World Water Forum Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Nusa Dua, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Provinisi Bali pada Rabu (22/5/2024). Amiriyandi/ infoPublik.id 


Oleh Tri Antoro, Rabu, 22 Mei 2024 | 21:57 WIB - Redaktur: Untung S - 104


Badung, InfoPublik - Komisi Eropa mendukung sepenuhnya program Twin Basin, karena memiliki dampak positif terhadap pengelolaan air yang berkelanjutan. Maka, lembaga tersebut akan mendukung sepenuhnya implementasi program strategis itu dalam skala nasional maupun regional. 

Dalam memastikan program tersebut dapat diimplementasikan pada berbagai belahan dunia, maka Komisi Eropa mengajak seluruh negara mewujudkan hal itu. 

Bentuk keseriusannya, pada 2023 lalu, Komisi Eropa mengajukan alokasi dana sebesar EUR1,11 miliar. Khusus, untuk melakukan program tersebut di wilayah Benua Afrika. 

"Komisi Eropa telah menjadi pendukung kuat kerja sama air ramah lingkungan di berbagai tingkat. Baik di tingkat nasional atau Regional. Hal ini juga merupakan salah satu komitmen terkuat yang kami buat," kata Policy Officer European Commision DG INTPA Kevin Chretien di Media Center World Water Forum Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Nusa Dua, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Provinisi Bali pada Rabu (22/5/2024). 

Ia menjelaskan, Program Twin Basin merupakan alat kelembagaan yang mendukung humaniora. Karena, dampak dari program tersebut, sangat berkaitan dengan hajat hidup orang banyak yakni pengelolaan air berkelanjutan. 

Komisi Eropa meyakini, dukungan yang diberikan pada program itu akan berpengaruh terhadap rencana pengelolaan air berkelanjutan yang telah direncanakan. Setiap perusahaan air dapat menjalin kerja sama secara efektif dengan menerapkan pengalaman nyata dalam bidang pengelolaan air. 

"Kami percaya untuk melangkah lebih jauh dan berbagi pengalaman antara mitra karena kami selalu melihat yang terbaik untuk memahami satu sama lain dalam pekerjaan yang sama," imbuhnya. 

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan,  Basin Segment Day menjadi platform berbagi praktik dan pengalaman guna mengadvokasi kebutuhan terbaik dan spesifik. 

"Membina jaringan serta membangun kemitraan, termasuk pengembangan sistem  informasi kerja sama dan integrasi keamanan ekologis dalam pendekatan demi pengelolaan yang lebih baik," kata Basuki beberapa waktu lalu. 

Basin Segment Day adalah segmen politik tingkat tinggi World Water Forum yang membahas wilayah sungai serta upaya peningkatan promosi pendekatan operasional terhadap Integrated Water Resources Management (IWRM) atau Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu di tingkat daerah aliran sungai untuk percepatan pencapaian SDGs.

 

 

Berita Terkait Lainnya