Menteri ATR/BPN dan Mendagri Suarakan Pentingnya Lembaga Nasional untuk Kelola Air

: Foto: Amiri Yandi/InfoPublik


Oleh Isma, Rabu, 22 Mei 2024 | 22:20 WIB - Redaktur: Untung S - 148


Bali, InfoPublik - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjadi pembicara dalam United Cities and Local Governments dalam rangkaian World Water Forum ke-10 yang berlangsung di Bali, Rabu (22/5/2024).

Kedua Menteri ini memunculkan gagasan terkait pentingnya tata kelola sumber daya air yang perlu dilakukan oleh sebuah lembaga.

Pertemuan United Cities and Local Governments ini merupakan pertemuan organisasi internasional, pemerintah lokal dan regional, dan asosiasi kota di seluruh dunia yang peduli untuk mewakili dan membela kepentingan pemerintah lokal di panggung dunia.

Usai menjadi pembicara pada forum tersebut, Menteri ATR/BPN mengaku telah menyampaikan gagasan terkait pentingnya mengoordinasikan segala urusan manajemen air di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan dan desa.

"Artinya, kita berharap ada sebuah badan yang khusus menangani air. Itu bukan yang pertama, ada sejumlah negara yang terlebih dahulu sudah mendirikan institusi seperti itu, yang memiliki kewenangan untuk bisa mengelola air secara komprehensif. Termasuk regulasinya dipersiapkan dengan baik, kerja sama dan kolaborasi dengan pemerintah daerah ini juga menjadi kekuatannya," ungkap AHY.

Menteri ATR/BPN menilai pembentukan Badan Air Nasional buka hanya sekadar menambah birokrasi baru, tapi jadi wadah besar bagi penataan dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor air, termasuk krisis air.

"Tapi saya enggak punya kewenangan, saya tadi hanya menyampaikan di forum internasional ataupun akademis yang bisa kita diskusikan kalau ada nilai-nilai yang baik atau positif. Kita enggak usah ragu-ragu untuk belajar saling belajar dari negara yang terlebih dahulu melakukannya, itu pun sesuatu yang baik untuk kita dan pemerintahan di tingkat daerah," jelas AHY.

Pada kesempatan yang sama, Tito Karnavian menuturkan bahwa beberapa negara sudah punya Menteri yang khusus untuk mengurusi sumber daya air(Air).

"Di dalam forum tadi, seperti salah satu speaker tadi Minister of Water of Morroco. Maroko punya menteri air khusus sendiri," kata Tito.

Mendagri menuturkan, Indonesia memang punya beberapa kementerian/lembaga yang mengurusi masalah air, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hingga Kementerian ATR/BPN sendiri.

"Tapi belum ada yang khusus fokus terhadap sektor air secara khusus. Oleh karena itu, ini mungkin jadi salah satu pertimbangan. Tapi sekali lagi, Pak AHY dan saya bukan punya kewenangan, sebagai sharing dari negara lain. Apapun kebijakan dari presiden terpilih nanti (Prabowo Subianto), kita akan mendukung," pungkas Tito Karnavian.

 

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 11:12 WIB
Menteri PUPR Dorong Kolaborasi Transformatif untuk Ketahanan Air Global
  • Oleh Eko Budiono
  • Selasa, 11 Juni 2024 | 11:50 WIB
Mendagri Paparkan Pencapaian Ditjen Bina Adwil
  • Oleh Eko Budiono
  • Selasa, 11 Juni 2024 | 08:56 WIB
Tuntaskan Masalah Lahan IKN, Mendagri Siap Bantu
  • Oleh Eko Budiono
  • Senin, 10 Juni 2024 | 13:51 WIB
Inflasi Terkendali, Mendagri Ingatkan Pemda tak Terlena
  • Oleh Isma
  • Sabtu, 8 Juni 2024 | 07:44 WIB
Mendagri-Mentan Sepakat Jaga Pertanian
  • Oleh Eko Budiono
  • Jumat, 7 Juni 2024 | 09:42 WIB
Bangun RI dari Pinggiran, Mendagri Ingatkan Peran Penting PLBN