World Water Forum, Upaya Pemerintah Kota untuk mengoptimalkan Konservasi Air di Wilayah Palangka Raya

: Foto bersamaMenteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Penjabat Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu yang turut menghadiri event World Water Forum di Badung,Bali dalam rangka upaya Pemerintah Kota untuk mengoptimalkan konservasi air di wilayah Palangka Raya, Minggu,(19/5/2024) -Foto:Mc.Palangka Raya


Oleh MC KOTA PALANGKA RAYA, Selasa, 21 Mei 2024 | 08:15 WIB - Redaktur: Eka Yonavilbia - 193


Palangka Raya, InfoPublik - Penjabat Wali kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu yang turut menghadiri event World Water Forum di Bali, menyambut baik apa yang disampaikan Menteri ATR/BPN tersebut. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota untuk mengoptimalkan konservasi air di wilayah Palangka Raya, Minggu (19/5/2024) di Badung, Bali.

Hera menekankan Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pentingnya penataan ruang lahan untuk konservasi air guna mengatasi kelangkaan air. Kementerian ATR juga berperan dalam agenda World Water Forum terkait ketahanan air bersih.

"AHY menjelaskan manajemen tanah juga memberikan manajemen air. Bicara sumber air, pengelolaannya ada di ranah kewenangan Kementerian PUPR. Tentu Kementerian ATR/BPN punya relevansi, ingin mendukung agar penataan wilayah ditata dengan baik,”imbuhnya, seraya menambahkan forum internasional ini menghasilkan kebijakan strategis untuk pengelolaan dan perlindungan ketahanan air bersih.Kerja sama global diperlukan untuk mengatasi masalah air bersih.

“Kami mendukung penuh inisiatif ini. Di Palangka Raya, kami telah memulai berbagai program konservasi air,” tambah Hera.

Wali kota menekankan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam mewujudkan ketahanan air bersih. “Sinergi antara Kementerian ATR/BPN dan pemerintah daerah akan mempercepat realisasi program-program konservasi air yang lebih efektif,” katanya.

Dirinya berharap hasil dari World Water Forum dapat memberikan panduan strategis yang bisa diterapkan di tingkat lokal.

“Kebijakan yang dihasilkan bisa diaplikasikan di Palangka Raya, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari upaya konservasi ini,”tambahnya. (MC. Kota Palangka Raya/Nitra/ndk/eyv)

 

 

 

 

 

Berita Terkait Lainnya