Siaran Pers Kementerian Komdigi
Senin, 8 Desember 2025
tentang
Meski Berangsur Pulih, Pemkab Tapteng Tetap Perpanjang Dua Pekan Masa Tanggap Darurat
Pemulihan pascabencana banjir dan lonsor di Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, terus menunjukkan percepatan signifikan. Makin banyak daerah terisolir yang sudah bisa diakses, sehingga distribusi bantuan lancar.
Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng tetap memperpanjang status tanggap darurat bencana untuk 14 hari atau dua pekan ke depan. Keputusan itu diambil melalui pertimbangan bersama antara Pemkab Tapteng dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menjelaskan bahwa perpanjangan tersebut diperlukan selain demi efektivitas, percepatan pemulihan dan pemerataan distribusi bantuan, juga masih adanya wilayah terdampak yang belum dapat dijangkau.
Sedikitnya ada 19 lokasi berupa desa/kelurahan yang masih terisolasi, antara lain Simarpinggan, Pargaringan, Sialogo, Panjalihotan Baru, Danau Pandan, Muara Sibuntuon, Sibio-Bio, Bonandolok, Mardame, Naga Timbul, Rampah, Simaninggir, Desa Nauli, Bair, Aloban Bair, Mela Dolok, Tapian Nauli Saurmanggita, Sait Kalangan II, Hutanabolon, dan Sipange.
“Kondisi ini membuat pencarian dan evakuasi korban banjir bandang dan longsor belum optimal,” ujar Masinton saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana di Ruang Cenderawasih, Kantor Bupati Tapteng, Pandan, Minggu (7/12/2025) malam.
Dalam pemaparannya, Bupati Masinton juga menyampaikan perkembangan terkini penanganan bencana. Jumlah korban meninggal dunia tercatat 110 jiwa, sementara 93 orang masih dalam pencarian. Adapun jumlah pengungsi mencapai 18.331 orang. Untuk suplai kebutuhan masyarakat, penyaluran BBM berjalan lancar, namun suplai LPG dan air bersih masih terbatas akibat kerusakan infrastruktur. Pemerintah Pusat telah memfasilitasi tandon air guna memperkuat layanan dasar bagi warga terdampak.
Sarana komunikasi disebut terus membaik dan listrik mulai normal di sebagian besar wilayah, kecuali area yang terkena dampak longsor berat.
Untuk mempercepat distribusi bantuan, Pemkab Tapteng juga membuka beberapa posko penyaluran, antara lain di Sukabangun, Badiri, Pandan, dan Sorkam.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, (Purn) Mayjen TNI Fajar Setiawan, menyatakan dukungan penuh atas langkah Pemkab Tapteng memperpanjang status tanggap darurat.
“Perpanjangan ini sudah tepat. Apabila memang diperlukan bisa diperpanjang lagi,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi Lubis, Dandim 0211/TT, Kapolres Tapteng, para kepala OPD, Sales Retail Area Sibolga, Perwakilan kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi RI) serta Basarnas Nias.
Kemkomdigi Bangun Posko Informasi dan Media Center
Sementara itu, selain menghadirkan layanan dukungan psikososial di Tapteng, Kemkomdigi terus memastikan pemulihan konektivitas jaringan serta infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak bencana di Sumatra, termasuk di Tapanuli Tengah (Tapteng).
Selain pemulihan teknis, Kemkomdigi juga mendirikan sejumlah posko sebagai pusat informasi dan Media Center untuk mendukung komunikasi darurat serta kelancaran koordinasi penanganan bencana.
Di Aceh, posko dipusatkan di Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Aceh, sementara di Sumatra Barat posko ditempatkan di Kompleks Kantor Gubernur Sumbar.
Untuk Sumatra Utara, Posko Komdigi beroperasi di tiga titik, yakni Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Sumut, GOR Pandan Tapanuli Tengah, dan Posko Dukungan Psikososial di Hamparan Perak, Deli Serdang.
Posko tersebut berfungsi sebagai ruang kerja bagi jurnalis, pusat penyelenggaraan konferensi pers, serta titik koordinasi lapangan bagi satuan Kemkomdigi, operator seluler, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.
Selain itu, posko juga menjadi lokasi pemantauan jaringan telekomunikasi oleh Balai Monitoring (Balmon) di tingkat wilayah serta ruang redaksi bersama untuk penyusunan narasi, informasi publik, dan berbagai konten terkait penanganan bencana.