[SIARAN PERS WORLD WATER FORUM KE-10] Welcoming Dinner World Water Forum ke-10 Jadi Etalase Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia

: Sejumlah penari membawakan tarian budaya nusantara dalam Welcoming Dinner World Water Forum ke-10 2024 di kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) Badung, Bali, Minggu (19/5/2024). Media Center World Water Forum 2024


Oleh Elvira, Senin, 20 Mei 2024 | 11:43 WIB - Redaktur: Elvira - 149


SIARAN PERS
TIM KOMUNIKASI DAN MEDIA WORLD WATER FORUM KE-10

NO.89/SP/TKM-WORLDWATERFORUM2024/05/2024

tentang

Welcoming Dinner World Water Forum ke-10 Jadi Etalase Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia

 

World Water Forum ke-10 di Bali tidak hanya sebagai forum internasional yang mengajak semua pihak untuk berdiskusi dan berbagi ilmu serta praktik nyata dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya air, tapi juga menjadi kesempatan besar bagi Indonesia untuk menunjukkan dan mempromosikan kekayaan budaya serta pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Setelah diajak mengikuti Balinese Water Purification Ceremony, para kepala negara, tamu VIP, dan delegasi World Water Forum juga disuguhkan dengan deretan keragaman budaya Indonesia lainnya dalam welcoming dinner di salah satu destinasi ikonik di Bali, yakni Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Minggu (19/5/2024) malam.

Menparekraf Sandiaga mengatakan, para kepala negara dan delegasi sangat menikmati beragam sajian dalam acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Mulai dari pertunjukan khas nusantara hingga hidangan tradisional.

Dimulai dari pakaian yang dikenakan oleh para tamu yang hadir. Presiden Joko Widodo hadir mengenakan kemeja lengan panjang warna cokelat dengan bahan tenun Sintang khas Kalimantan Barat. Sementara untuk undangan lainnya hadir menggunakan kemeja bahan tenun Endek khas Bali.

Selama sesi acara, para tamu undangan juga disuguhkan dengan ragam tarian dengan koreografi ragam budaya Indonesia, mulai dari tarian khas Bali sebagai pembuka, dianjutkan tarian khas Sumbawa dan Melayu.

Kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana pada malam itu terlihat berbeda dari biasa dengan adanya penataan lampu dan layar LED yang menampilkan air sebagai elemen utama/ Sesuai tema dari gelaran World Water Forum ke-10 "Air untuk Kesejahteraan Bersama".

Air dinarasikan sebagai simbol yang memiliki kekuatan dalam mendorong perubahan, ketenangan, kekuatan, dan sumber kehidupan. Makna ini tergambarkan dalam narasi, konfigurasi tari tradisi kontemporer, modern, dan akrobat kolosal yang berpadu dengan visual pada tebing dan lantai. Semuanya mereprentasikan semangat dari World Water Forum.

Sementara untuk hidangan, menu yang disajikan juga menunjukkan cita rasa khas Indonesia. Mulai dari hidangan pembuka, sup, makanan utama, hingga makanan penutup. Para tamu diberikan sajian berupa pilihan menu seperti pepes kembang tahu, kerang panggang, soto kudus, steak belancang, garang asem, buntil daun pepaya, klapertar, juga buah segar.

Selama acara makan malam berlangsung, para kepala negara dan delegasi juga disuguhi penampilan dari para pengisi acara. Mulai dari aktor Reza Rahadian yang memberikan kejutan dengan menunjukkan kemampuannya bernyanyi. Kemudian ada Teddy Adhitya, Tompi, Mawar de Jongh, Albert Fakdawer, GAC, RAN, serta Bulan Sutena. Mereka membawakan berbagai lagu untuk menghibur tamu.

"The look, the feel, the sound, the taste, the smell, ditambah dengan keramahan khas Indonesia, benar-benar sangat terasa dalam suasana malam di bawah megahnya patung Garuda Wisnu Kencana," kata Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga berharap penyelenggaraan acara internasional dengan skala besar terakhir di tahun ini, dapat memberikan kesan bagi para kepala negara dan delegasi. Menjadi sarana promosi yang efektif terhadap penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

"Event to remember yang amat berkesan," kata Menparekraf Sandiaga.

Ia mengatakan, sajian budaya serta kekuatan pariwisata dan ekonomi kreatif masih akan disajikan selama pelaksanaan World Water Forum ke-10 hingga 25 Mei 2024.

"Nanti masih akan ada opening ceremony, Bali Street Carnival, juga fair and expo," ujar Menparekraf Sandiaga.

Turut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu. (Kemenparekraf/Elvira Inda Sari/TR) 

****

 

Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo – Usman Kansong  (0816785320).

PCO World Water Forum ke-10 - Dede Ariwibowo (08111830020).

 

Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id/kategori/world-water-forum dan https://s.id/worldwaterforumpedia