[SIARAN PERS] Terima Kunjungan Asosiasi Jurnalis Korsel, Wamenkominfo Bahas Peran Media dan Jurnalisme
Humas Kominfo
Humas Kominfo
Siaran Pers No. 458/HM/KOMINFO/11/2023
Jumat, 10 November 2023
tentang
Terima Kunjungan Asosiasi Jurnalis Korsel, Wamenkominfo Bahas Peran Media dan Jurnalisme
Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Korea telah menjalin kerja sama selama 50 tahun. Sejak 1973, kerja sama itu sudah mencakup berbagai sektor termasuk komunikasi dan media.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria berharap hubungan kerja sama dan persahabatan antarkedua negara makin erat pada masa yang akan datang.
"Kami berharap kerja sama ini, hubungan yang kuat ini dan persahabatan antara orang Indonesia dan Korea bisa diperkuat di masa yang akan datang dengan melakukan berbagai aktivitas dan program di bidang komunikasi media kita," ungkapnya saat menerima kunjungan perwakilan Asosiasi Jurnalis Korea Selatan di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2023).
Dalam pertemuan itu, Wamenkominfo mengungkap kondisi dan tantangan perkembangan media di tengah digitalisasi.
“Saya memahami persoalan yang dihadapi media saat ini. Perkembangan digital telah memaksa perusahan media untuk beradaptasi dengan situasi yang ada. Bahkan perkembangan yang sangat signifikan dari platform digital global seperti Google dan Facebook menciptakan lanskap baru bagi bisnis media,” tuturnya.
Pengalaman di dunia jurnalistik selama 25 tahun dan menjadi anggota Dewan Pers selama 6 tahun, membuat Wamen Nezar Patria mendorong keberlanjutan perusahaan media dengan menerapkan jurnalisme yang terpercaya.
“Masalah terbesar saat ini adalah jurnalisme yang baik dirusak oleh konten yang diproduksi oleh media sosial. (Bagaimana media) berusaha meluruskan misinformasi dan disinformasi. Ini menjadi perhatian global bagaimana memperbaiki dunia jurnalisme dan bagaimana mendukung keberlanjutan perusahaan media dalam menghadapi situasi ini," jelasnya.
Menurut Wamenkominfo, saat ini Indonesia terus mendukung perusahaan media dengan mempromosikan jurnalisme yang baik. Kementerian Kominfo memberikan dukungan dengan menciptakan regulasi yang baru dengan membuat kerangka kerja untuk memperkuat posisi media di Indonesia serta menempatkan media pada level yang sejajar dengan platform media global.
“Praaturan yang sedang digodok tersebut desebut Publisher Right sebagaimana yang telah dilakukan di Kanada. Kami menginginkan hubungan yang adil. Dan kami berupaya menempatkan media nasional kami sejajar dengan platform digital global," tandasnya.
Wamenkominfo Nezar Patria optimistis hubungan kedua negara akan makin erat ke depan. Menurutnya saat ini pengaruh budaya menjadi salah satu faktor pendukung. "Banyak generasi muda Indonesia yang menyukai film dan artis Korea, seperti BTS, Blak Pink, K-POP," ujarnya.
Lawan Hoaks
Dalam forum yang sama, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong menyatakan Indonesia memiliki mekanisme untuk memerangi fake news, disinformasi dan misinformasi. Kementerian Kominfo memiliki mesin AIS (Automatication Identification System) untuk menapis berbagai konten negatif yang beredar di media sosial seperti pornografi, radikalisme, ujaran kebencian, dan hoaks.
“Kami juga memiliki tim patroli siber. Ada tiga tim dalam sehari untuk meneliti dan memantau media sosial dan mereka menemukan disinformasi dan mengidentifikasinya,” ujarnya.
Kementerian Kominfo juga menjalin kerja sama dengan penyelenggara platform digital untuk penghapusan konten negatif dengan tenggang waktu selama 1x24 jam untuk melakukan take down konten yang dilaporkan. Selain itu, Kementerian Kominfo membuka pengaduan konten bagi masyarakat mengenai konten negatif yang dianggap merugikan di media sosial.
"Dan kami akan mengidentifikasi setiap laporan masyarakat dan kami harus berdiskusi dan memutuskan apakah itu bagian dari fake news, disinformasi atau misinformasi. Kami akan mengeceknya dan setelah yakin laporan tersebut termasuk dalam jenis fake news, misinformasi atau disinformasi, kami meminta platform media sosial untuk menghapusnya,” jelas Dirjen IKP Kementerian Kominfo
Dirjen Usman Kansong menyatakan Kementerian Kominfo melaksanakan Program Literasi Digital untuk membekali masyarakat dengan keterampilan digital.
“Dalam program tersebut, kami memiliki 4 pilar literasi digital seperti digital skills, digital culture, digital ethics dan digital safety," tandasnya.
Dalam acara itu, hadir sebanyak 12 orang anggota Asosiasi Jurnalis Korea, yakni Presiden JAK Kim Dong Hoon, Wakil Presiden JAK Lee-Ju Hyung, Hwang Seong Kyu, Shin Hyo Eun, Park Jong Hyun, Yoo Chung Hwan, Park Ki Ho, Park Ji Hyun, Yu Hwan Gu, Cho Min Young, Kim Dong Ki, dan Seo Dong Jin.
Biro Humas Kementerian Kominfo