SIARAN PERS
Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik
13 Oktober 2023
Tentang
The 2nd SCM di Bali Buka Peluang Kerja Sama Tata Kelola Air
Badung, 13 Oktober 2023 - The 2nd Stakeholders Consultation Meeting (SCM) sebagai persiapan the10 World Water Forum yang diselenggarakan di Bali pada 12—13 Oktober 2023 membuka peluang kerja sama, tidak hanya bagi negara tuan rumah tapi juga negara anggota World Water Council (WWC). Bentuknya bisa goverment to goverment (G2G) atau business to business (B2B)
Kerja sama antarpemerintah akan berkaitan erat dengan pemerataan akses air. Salah satunya, antara Indonesia dengan Korea Selatan yang melakukan perjanjian kerja sama untuk pembangunan sumber energi bertenaga tata surya atau solar system dan kerja sama pembangunan air minum di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Diupayakan ada konkretnya, jadi tidak hanya untuk host country tapi juga untuk anggota WWC,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Basuki Hadimuljono ketika memberikan keterangan pers di Hotel Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Kamis (12/10/2023).
Menurut Basuki, kerja sama konkret antarperusahan atau business to business juga berpotensi terjalin dari The 2nd SCM. Melihat banyak peluang yang bisa dioptimalkan melalui serangkaian diskusi maupun pertemuan antarpemangku kepentingan yang hadir secara langsung.
Banyak ruang diskusi tematik yang bisa membangun komunikasi sesama peserta yang hadir di antaranya, Water Security and Prosperity, Water for Humans and Nature, Disaster Risk Reduction and Management, Cooperation and Hydro-diplomacy, Water and Sustainable Finance, dan Knowledge and Innovation.
“Yang jelas harus ada konkretnya atau hasilnya. Tidak hanya deklarasi saja,” kata Basuki.
Kemudian, dampak dari pertemuan The 2nd SCM di Bali diharapkan akan bersinergi dengan rencana pemerintah yang bakal menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang air bersih. Karena, tujuan pemerintah menerbitkan aturan tersebut untuk mengakselarasi pemerataan akses air bersih di seluruh penjuru tanah air.
Indonesia masih membutuhkan 10 juta sambungan air bersih di berbagai wilayah di tanah air. Hal itu akan menjadi solusi terhadap masalah pemerataan akses air bersih yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Ada sebuah pulau yang mengalami kekeringan ekstrem karena tidak pernah turun hujan. Sehingga, sumber mata air hanya berasal dari air desalinasi dari air laut ke air tawar.
“Adanya Inpres itu membuat kita makin cepat mengatasi permasalahan akses air bersih,” ujar Basuki.
Diketahui, The 2nd SCM akan mempertemukan sekitar 1.094 pemangku kepentingan dari 73 negara yang terdiri dari unsur kepala negara, pemerintah pusat, otoritas lokal, parlemen, organisasi, dan masyarakat. (Tri/TR/Elvira Inda Sari)
***
Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini.
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo – Usman Kansong (0816785320).
Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id