Jakarta, InfoPublik - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melakukan pengerukan sedimen di hulu intake Bendung Kamijoro untuk menjaga ketersediaan air irigasi di tengah kondisi kekeringan. Sedimentasi yang menumpuk di depan pintu pengambilan air menyebabkan pendangkalan dan penyumbatan sehingga mengurangi debit air yang masuk ke jaringan irigasi.
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Kementerian PU melakukan penggalian dan pengerukan sedimen pada area seluas 5.420 meter persegi (m2). Dari pekerjaan tersebut, sekitar 16.260 meter kubik sedimen berhasil diangkat.
Penanganan dilakukan untuk memulihkan kapasitas tampung dan penampang basah di depan pintu intake sekaligus mengembalikan fungsi pengambilan air. Dengan demikian, ketersediaan air dari Sungai Progo dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan irigasi.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan, optimalisasi infrastruktur sumber daya air menjadi salah satu langkah Kementerian PU dalam menghadapi dampak kekeringan dan menjaga layanan air bagi masyarakat.
“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Bendung Kamijoro membendung aliran Sungai Progo di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Infrastruktur tersebut melayani Daerah Irigasi Pijenan seluas 2.563 hektare (ha) yang tersebar di Kabupaten Bantul.
Kembalinya kapasitas pengambilan air diharapkan menjaga kontinuitas distribusi air irigasi dan menekan risiko kekeringan pada lahan pertanian. Kondisi tersebut juga diharapkan dapat mengurangi potensi penurunan produksi hingga gagal panen.
Optimalisasi Bendung Kamijoro sekaligus mendukung produktivitas pertanian melalui layanan irigasi yang lebih andal. Daerah Irigasi Pijenan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan intensitas pertanaman sesuai dengan dukungan ketersediaan air.
Secara teknis, Bendung Kamijoro memiliki tinggi mercu dari sisi hulu 2,4 meter (m) dengan lebar efektif 153 m. Lebar bendung dengan pilar mencapai 161 m dan dilengkapi delapan pilar, sedangkan lebar bendung dengan pembilas mencapai 171 m.
Bendung tersebut dibangun BBWS Serayu Opak, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, pada 2016–2018. Selain fungsi irigasi, Bendung Kamijoro juga dilengkapi intake air baku, rumah panel, dan lanskap yang telah dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu tujuan pariwisata.
Untuk kebutuhan air baku, Bendung Kamijoro direncanakan menyuplai 300 liter per detik untuk Bandara Internasional Yogyakarta dan kawasan industri Sentolo di Kabupaten Kulon Progo serta 200 liter per detik untuk Kabupaten Bantul.
Melalui pengerukan sedimen dan optimalisasi fungsi Bendung Kamijoro, Kementerian PU menjaga agar infrastruktur sumber daya air tetap mampu memberikan layanan selama musim kering. Penanganan tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga keberlanjutan layanan irigasi dan mendukung ketahanan pangan masyarakat yang bergantung pada ketersediaan air.