Jakarta, InfoPublik - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Di Sulawesi Selatan, sebanyak sembilan Sekolah Rakyat dibangun dengan total kapasitas mencapai 11.340 siswa.
Hal itu diutarakan Menteri PU, Dody Hanggodo saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Rabu (23/9/2026). Dari sembilan Sekolah Rakyat yang dibangun, lima berada di Kabupaten Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng dan Barru, sedangkan empat lainnya berada di Kota Makassar serta Kabupaten Takalar, Sinjai dan Bone.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Menteri Dody dalam keterangannya dari Sulawesi Selatan, Rabu (23/9/2026).
Pembangunan sembilan Sekolah Rakyat tersebut dilaksanakan melalui dua paket pekerjaan. Paket pertama mencakup lima lokasi dengan kapasitas 6.300 siswa. Hingga 21 September 2026, progres fisik keseluruhan paket tersebut mencapai 95,21 persen.
Sementara Paket Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan Dua mencakup empat lokasi di Kota Makassar serta Kabupaten Takalar, Sinjai dan Bone dengan kapasitas 5.040 siswa. Progres fisik keseluruhannya telah mencapai 98,28 persen. Tiga lokasi, yakni Makassar, Takalar dan Sinjai, bahkan telah mencapai progres 100 persen, sedangkan pembangunan di Bone mencapai 93,45 persen.
Khusus Sekolah Rakyat di Kabupaten Barru yang berada di Kecamatan Soppeng Riaja, pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 7,93 hektare (ha) dengan luas bangunan mencapai 27.474 meter persegi (m2). Sekolah tersebut memiliki kapasitas 1.260 siswa dan progres fisiknya telah mencapai 95,34 persen.
Konsep Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu. Setiap lokasi dilengkapi gedung pendidikan untuk jenjang SD, SMP dan SMA, asrama siswa putra dan putri, rumah susun guru, kantin dan dapur, gudang, gedung serbaguna, rumah ibadah, guest house serta fasilitas olahraga.
Untuk fasilitas olahraga, Sekolah Rakyat pada Paket Sulsel Dua dilengkapi lapangan bola, basket/voli, lapangan upacara serta lapangan mini soccer untuk lokasi Makassar, Takalar dan Sinjai. Sementara Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone dilengkapi lapangan bola.
Secara keseluruhan, sembilan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan memiliki luas lahan mencapai 69,92 ha dengan luas bangunan sekitar 280.439 m2. Paket Sulsel Satu memiliki nilai kontrak sekitar Rp1,301 triliun, sedangkan Paket Sulsel Dua memiliki nilai kontrak Rp996,44 miliar.
Kementerian PU terus memastikan pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat berjalan sesuai target, sekaligus memenuhi kebutuhan dasar kawasan pendidikan, mulai dari ruang belajar, hunian siswa dan guru hingga berbagai fasilitas pendukung.
Kehadiran kawasan pendidikan terpadu tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus menyediakan lingkungan pendidikan yang memadai bagi siswa dari jenjang SD hingga SMA.