Ada Kesalahan Data, KPU Perbaiki Sirekap

: Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Lolly Suhenty. Foto: bawaslu.go.id


Oleh Eko Budiono, Jumat, 16 Februari 2024 | 10:16 WIB - Redaktur: Untung S - 682


Jakarta, InfoPublik - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI  meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk segera memperbaiki Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), karena ditemukan adanya kesalahan data antara formulir C hasil penghitungan suara, dan yang terbaca oleh sistem.

"Tentu Bawaslu memberikan saran perbaikan kepada KPU untuk segera melakukan perbaikan Sirekap, supaya tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik," ujar Komisioner Bawaslu RI, Lolly Suhenty, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (15/2/2023).

Bawaslu, kata Lolly, telah melakukan pengecekan terkait kesalahan input data hasil penghitungan suara.

"Kami cek ternyata memang ada kesalahan input ini," ujar Lolly.

Bawaslu menduga, kesalahan input tersebut terjadi karena ada ketidakakuratan sistem digital pada Sirekap, dalam membaca tulisan pada formulir hasil penghitungan suara yang difoto oleh petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Bisa jadi yang namanya garisan tangan tidak sesuai, sehingga kemampuan membacanya yang kemudian tidak akurat," katanya.

Menurut Lolly, data yang tidak terbaca dengan akurat oleh Sirekap seharusnya langsung bisa dikoreksi pada tingkatan bawah agar tidak menciptakan kebingungan.

"Misalnya, di TPS tertentu sudah langsung teridentifikasi, ‘Oh salah, nih. Yang tadinya 10, karena tarikannya (tulisan tangan) tidak pas, menjadi 100, misalnya. Harusnya kan terkoreksi cepat," tutur Lolly.

"Tapi sistem yang ada di Sirekap itu enggak seperti itu, akhirnya menimbulkan ketidakpastian. Nah, teman-teman KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) pun tidak punya kemampuan mengoreksi, itu yang kemudian jadi problem kan," katanya.

Terlepas dari itu, Lolly meminta masyarakat menunggu hasil rekapitulasi manual berjenjang untuk mengetahui hasil akhir penghitungan suara Pemilu 2024.

"Yang publik harus tahu adalah Sirekap itu hanya alat bantu, ya. Yang nanti menjadi yang utama dalam proses rekapitulasi kita adalah rekapitulasi manual berjenjang. Nah kita akan lihat proses ini sampai  20 Maret," ujarnya.


 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Eko Budiono
  • Senin, 15 Juli 2024 | 07:08 WIB
Bawaslu Minta Aplikasi Sirekap Dipersiapkan dengan Baik
  • Oleh MC KOTA PADANG
  • Senin, 15 Juli 2024 | 10:26 WIB
Tolak Pemilih, KPPS Terancam Pidana
  • Oleh MC KAB PANGKAJENE DAN KEPULAUAN
  • Sabtu, 13 Juli 2024 | 07:16 WIB
KPU Pangkep Gelar Kegiatan Sosialisasi Tahapan Pilkada 2024
  • Oleh MC KAB SERDANG BEDAGAI
  • Rabu, 10 Juli 2024 | 09:17 WIB
Kolaborasi untuk Pilkada Serentak 2024, Bupati Sergai Hadiri Rakor di Medan
  • Oleh MC KAB BARITO KUALA
  • Rabu, 10 Juli 2024 | 07:39 WIB
Bawaslu dan Disdukcapil Teken Data Pemilih