Jakarta, InfoPublik – Semua pihak, termasuk mantan napi teroris (napiter), diajak menjaga stabilitas keamanan dengan ikut memerangi propaganda terorisme yang mengancam kedamaian pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) serentak 2024.
"Di Jawa Tengah, kami ingin berjumpa dengan mantan napiter, meminta bantuan kepada mereka untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan pemilu, kami juga akan melibatkan FKPT dan Duta Damai di sini," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Mohammed Rycko Amelza Dahiel dalam keterangannya terkiat kunjungan ke Kantor Polda Jawa Tengah, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, seperti dikutip pada Jumat (9/2/2024).
Menurut Kepala BNPT kolaborasi seluruh pihak, termasuk eks napiter, diperlukan untuk menjaga keamanan selama pemilu.
Namun dia mengingatkan bahwa terorisme berbeda dengan kejahatan lainnya, karena bersifat ideologi yang menyerang keyakinan.
"Kejahatan terorisme itu menyerang belief atau keyakinan. Kalau kejahatan lain dilakukan dalam keadaan sadar melakukan salah, maka terorisme tidak merasa ia melakukan salah. Justru ia meyakini bahwa sedang melaksanakan perintah Tuhan," ungkapnya.
Kepala BNPT mengatakan, salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan dengan maksimal dalam rangka memerangi ideologi terorisme adalah pendidikan, baik tentang ideologinya itu sendiri maupun pendidikan tentang kebangsaan.
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Pol. Ahmad Luthfi, mengaku senang dan berbahagia mendapatkan dukungan kunjungan Kepala BNPT dalam rangka pengamanan pemilu di wilayah ini.
Dia mengaku sudah melakukan strategi pemetaan titik rawan keamanan terorisme di Jawa Tengah agar bisa disiapkan langkah antisipasinya.
"Kami sangat serius menangani terorisme ini di Jawa Tengah, terutama menjelang pemilu. Kami sudah memetakan titik-titik rawan seperti TPS dan basis masa, serta sudah disiapkan pula antisipasinya," tukas Ahmad Luthfi.
Dalam acara itu, Kepala BNPT didampingi Deputi I, Mayjen TNI Roedy Widodo, bersilaturahmi dengan pengurus FKPT Jawa Tengah, Duta Damai Dunia Maya dan Duta Damai Santri Jawa Tengah serta mengunjungi jajaran Kodam IV/ Diponegoro Jawa Tengah.