Atambua, InfoPublik — Bupati Belu Willybrodus Lay melepas 16 atlet paralimpik tingkat pelajar asal Kabupaten Belu yang akan berlaga pada ajang tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang.
Pelepasan kontingen atlet disabilitas tersebut berlangsung di Aula Lantai Satu Kantor Bupati Belu, Kamis (17/9/2026). Para atlet akan mengikuti sejumlah cabang olahraga, di antaranya lari, lompat, tenis meja dan cabang atletik lainnya.
Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Belu Samuel Oktovianus Bili Ngongo mengatakan kontingen yang dikirim terdiri atas 16 atlet dengan didampingi enam orang pendamping.
"Sebanyak lima atlet sudah berangkat lebih awal bersama pendamping. Hari ini, 11 atlet sisanya menyusul pada gelombang kedua. Kami menyertakan enam orang pendamping untuk anak-anak kita yang menyandang tunadaksa dan disabilitas lainnya," jelas Samuel.
Ia optimistis kontingen NPCI Belu dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang telah diraih sebelumnya. Pada ajang terdahulu, NPCI Belu yang hanya mengirimkan tiga atlet berhasil meraih tiga medali emas dan dua medali perak serta menjadi Juara Umum II tingkat Provinsi NTT.
"Kali ini kami membawa 16 atlet. Kami memohon dukungan doa dari semua pihak agar anak-anak kita bisa pulang membawa hasil terbaik untuk Kabupaten Belu," ujar Samuel.
Samuel juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu atas dukungan terhadap kontingen, termasuk penyediaan seragam yang seragam bagi para atlet.
Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lay memberikan motivasi kepada para atlet agar tampil percaya diri dan tidak menjadikan keterbatasan fisik sebagai hambatan untuk berprestasi.
"Semoga para atlet kita bisa meraih juara dan mengharumkan nama Kabupaten Belu. Mengharumkan nama daerah itu bisa dengan membawa pulang medali. Namun, jika tidak membawa medali pun tidak apa-apa, kami tetap bangga," ujar Willybrodus Lay.
Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi olahraga tidak hanya bertujuan mengejar medali, tetapi juga membangun semangat dan kepercayaan diri para atlet untuk menunjukkan kemampuan serta bersaing secara positif.
"Prestasi bukanlah satu-satunya tujuan, melainkan bagaimana olahraga ini memberikan semangat bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi dan bersaing dengan yang lain," tegasnya.
Bupati juga berpesan kepada guru dan pendamping agar memperhatikan kesehatan serta keselamatan para atlet selama mengikuti pertandingan di Kupang.
"Semoga para pendamping dapat menjaga adik-adik atlet kita agar pergi dalam keadaan sehat dan pulang pun dalam keadaan sehat walafiat. Dengan memohon rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, kontingen atlet disabilitas Kabupaten Belu resmi saya nyatakan dilepas," ucapnya.
Pelepasan tersebut ditandai dengan ketukan podium sebanyak tiga kali oleh Bupati Belu. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu Nikolaus U. K. Birri, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Belu Aloysius Mikhael Fahik serta para guru pendamping. (MC Belu)