Langgur, InfoPublik – Sebanyak 112 warga Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, memperoleh pelayanan kesehatan gratis dari tim medis doctorSHARE pada hari pertama layanan, Selasa (8/9/2026).
Penanggung Jawab Medis doctorSHARE, Ilman Arif. A, mengatakan jumlah tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pelayanan kesehatan, termasuk layanan dokter dengan berbagai kompetensi.
“Jumlah beneficiaries pada hari pertama, Selasa, 8 September 2026, sebanyak 112 orang,” ujar Ilman pada Rabu (9/9/2026).
Dari total penerima layanan, Poli Umum mencatat jumlah pasien terbanyak dengan 71 orang. Selanjutnya, Poli Gigi melayani 15 pasien, Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) delapan pasien, dan Poli Bedah 15 pasien.
Selain itu, satu pasien mendapatkan penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD), sedangkan dua pasien menjalani rawat inap.
Tim medis menangani beragam keluhan, antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dispepsia, mialgia, hipertensi, osteoartritis, serta gangguan kesehatan gigi seperti karies, pulpitis, dan periodontitis.
Sejumlah pasien dengan benjolan yang dinilai bersifat jinak juga mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. Pelayanan kesehatan tersebut melibatkan dokter umum serta sejumlah dokter spesialis, antara lain anestesi, obstetri dan ginekologi, bedah, penyakit dalam, anak, kejiwaan, serta kulit dan kelamin.
Menurut Ilman, dokter spesialis anestesi serta obstetri dan ginekologi telah berada di rumah sakit kapal sejak 6 September 2026 untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat Kei Besar.
Pelayanan bedah menjadi salah satu layanan yang mendapat perhatian masyarakat. Sejumlah pasien telah mendaftarkan diri dan menjalani skrining sebelum mendapatkan tindakan operasi sesuai indikasi medis. Jadwal pelayanan bedah sebelumnya sempat mengalami penyesuaian karena dokter spesialis bedah belum dapat tiba sesuai rencana.
“Sore ini, Rabu, 9 September 2026, dokter spesialis bedah sudah tiba dan besok sudah bisa melakukan bedah,” kata Ilman.
Dengan tibanya dokter spesialis bedah, pasien yang telah menjalani skrining dapat memperoleh tindakan medis lanjutan sesuai kondisi dan indikasi klinis.
Di tengah tingginya jumlah pasien, tim medis juga menghadapi tantangan dalam penerapan sistem rekam medis elektronik atau Electronic Medical Record (EMR).
Keterbatasan jaringan telekomunikasi dan internet di lokasi pelayanan turut memengaruhi kecepatan proses administrasi dan alur pelayanan pasien.
“Kendala yang kami hadapi saat ini adalah sedang mengadaptasi sistem pelayanan berbasis ERM. Kendala lainnya adalah jaringan telekomunikasi atau internet, sehingga alur pelayanan sedikit lebih lambat,” jelas Ilman.
Meski menghadapi kendala tersebut, tim medis tetap menjalankan pelayanan dengan mengarahkan setiap pasien melalui tahapan pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan.
Pelayanan doctorSHARE di Kei Besar menghadirkan akses pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, hingga tindakan lanjutan dengan dukungan dokter umum dan dokter spesialis.
Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat di wilayah kepulauan terhadap pelayanan kesehatan, terutama bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)