Banda Aceh, InfoPublik – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan HIV-AIDS dan pencegahan perilaku LGBT melalui deklarasi komitmen bersama yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, ulama, hingga aparat penegak hukum.
Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi deklarasi bersama di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Kamis (3/9/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemko Banda Aceh menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat tatanan kehidupan yang sesuai dengan Syariat Islam.
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Kota Banda Aceh, Bachtiar, mengatakan deklarasi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tatanan syariat, kesehatan masyarakat, serta ketahanan generasi muda.
“Langkah ini menegaskan komitmen kuat Pemko Banda Aceh dalam menjaga tatanan syariat, kesehatan masyarakat, serta ketahanan generasi muda dari ancaman perilaku berisiko melanggar Syariat Islam,” jelas Bachtiar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mencegah penularan maupun meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai HIV-AIDS. "Kami terus menggencarkan edukasi, deteksi dini, serta layanan pengobatan yang mudah diakses,” ujarnya.
Deklarasi tersebut memuat lima poin utama, yakni penegakan Syariat Islam, penolakan perilaku LGBT, penguatan penanggulangan HIV-AIDS, penguatan peran lembaga dan masyarakat, serta sinergi dan penegakan hukum terpadu.
Sinergi tersebut akan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ulama, lembaga terkait, masyarakat, dan aparat penegak hukum. Pelibatan berbagai unsur diharapkan membuat upaya pencegahan dan penanggulangan berjalan lebih terpadu.
Sebagai tindak lanjut, Pemko Banda Aceh akan menggelar apel gabungan yang melibatkan seluruh komponen di Kota Banda Aceh. Kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi untuk memperkuat penegakan Syariat Islam, pencegahan penularan HIV-AIDS, serta perlindungan generasi muda.
Pemko Banda Aceh berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat mendukung terwujudnya Kota Banda Aceh yang sehat, religius, aman, dan bermartabat.
Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Wahyudi, Kepala Diskominfotik Kota Banda Aceh M. Zubir, serta Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Alimsyah. (TM)