HKG PKK ke-54, Gresik Perkuat Peran PKK untuk Kesehatan dan Pendidikan Keluarga
Gresik, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menegaskan penguatan peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sebagai mitra strategis dalam mempercepat penurunan stunting dan mencegah anak putus sekolah. Dua isu tersebut menjadi prioritas pembangunan sumber daya manusia yang membutuhkan keterlibatan aktif keluarga hingga tingkat desa.
Komitmen itu disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Selasa (28/7/2026).
Menurut Bupati Yani, selama ini PKK telah menjadi mitra penting pemerintah dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kami mengapresiasi berbagai capaian yang telah dilakukan Tim Penggerak PKK. Program-program yang dijalankan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mudah-mudahan PKK terus konsisten hadir memberikan motivasi dan menjadi penggerak kesejahteraan keluarga di Kabupaten Gresik," ujarnya.
Dalam arahannya, Bupati Yani meminta seluruh kader PKK, baik di tingkat desa maupun kecamatan, memfokuskan kegiatan pada percepatan penurunan angka stunting melalui edukasi pemenuhan gizi sejak usia dini.
"Fokus kita hari ini adalah penurunan stunting. Saya berharap PKK desa maupun kecamatan terus menggerakkan masyarakat agar memperhatikan pemenuhan gizi anak sejak dini," tegasnya.
Ia menjelaskan, upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga, seperti memastikan anak memperoleh makanan bergizi seimbang, termasuk konsumsi telur, ikan, susu, dan sumber protein lainnya secara rutin.
Selain isu kesehatan, Bupati Yani juga mendorong PKK memperkuat perannya dalam mendukung penanganan anak putus sekolah melalui berbagai program pemberdayaan keluarga dan pendidikan kesetaraan, sehingga setiap anak tetap memperoleh kesempatan belajar.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Yani juga mengungkapkan capaian Kabupaten Gresik yang dalam dua hari terakhir berhasil meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional maupun Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh perangkat daerah bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk TP PKK.
Salah satu penghargaan diberikan oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia atas komitmen Pemkab Gresik dalam memberikan perlindungan bagi anak-anak pekerja migran melalui pemenuhan hak dasar, seperti identitas, layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Selain itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga memberikan penghargaan kepada Kabupaten Gresik atas inovasi layanan Tempat Penitipan Anak Masmundari. Program tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan nyata bagi keluarga pekerja, khususnya pekerja rentan, dan menjadikan Gresik sebagai satu-satunya kabupaten/kota di Jawa Timur yang menyediakan layanan penitipan anak secara gratis.
Bupati Yani berharap layanan tersebut terus dikembangkan agar semakin banyak keluarga pekerja yang memperoleh manfaat, sejalan dengan karakter Gresik sebagai kawasan industri dengan jumlah tenaga kerja yang tinggi.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh kader PKK, perangkat daerah, organisasi perempuan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Mudah-mudahan kita tidak pernah lelah membantu masyarakat. Semoga berbagai ikhtiar yang kita lakukan mampu menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan keluarga yang semakin sejahtera di Kabupaten Gresik," pungkasnya.
(alf)
© Copyright 2026, All Rights Reserved