- Oleh MC KAB TUBAN
- Selasa, 1 April 2025 | 13:01 WIB
© 2023 - Portal Berita InfoPublik.
:
Oleh MC KOTA MALANG, Selasa, 1 April 2025 | 16:19 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 236
Malang, InfoPublik – Wali Kota Malang, Wahyu Hidaya, melaksanakan Salat Idulfitri 1446 Hijriah di Masjid Agung Jami’, Kota Malang, Senin (31/3/2025).
Wali Kota Wahyu mengajak seluruh umat Islam untuk terus meningkatkan keimanan dan menjaga kerukunan antarsesama. Ia menekankan bahwa melalui keikhlasan, ketulusan, dan semangat saling menyayangi, maka jarak batin antarwarga Kota Malang akan semakin dekat.
“Semoga kita semua tergolong dalam umat Rasulullah yang mendapatkan rahmat dan syafaat, sesuai jati diri Islam sebagai agama rahmatan lil-‘alamin,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Idulfitri bukan hanya sebuah perayaan, melainkan juga momen untuk merefleksikan diri dan mempererat hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia. “Hari ini adalah hari kemenangan, hari kembali ke fitrah setelah menjalani puasa Ramadan. Ini saatnya untuk saling memaafkan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Wahyu Hidayat menekankan pentingnya kolaborasi dan semangat gotong royong dalam membangun Kota Malang. Ia mencontohkan bahwa sebagaimana puasa mengajarkan kesabaran dan keikhlasan, pembangunan kota juga memerlukan kerja sama yang penuh tanggung jawab dan integritas.
“Tidak ada keberhasilan yang dapat diraih sendiri. Dengan bersatu, kita bisa menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan Malang sebagai kota yang berdaya saing dan inovatif,” tegasnya.
Momentum Idulfitri ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Malang ke-111 yang jatuh pada 1 April 2025. Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momen ini sebagai refleksi atas kontribusi yang telah dan akan diberikan untuk pembangunan kota.
“Bersama, kita bisa memperkuat persatuan, menghadapi tantangan, dan mewujudkan visi Kota Malang yang lebih baik. Pemerintah akan terus membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan masyarakat demi kemajuan bersama,” pungkasnya.
(say/yn)