:
Oleh MC KOTA PROBOLINGGO, Jumat, 21 Maret 2025 | 15:37 WIB - Redaktur: Juli - 190
Kanigaran, InfoPublik - Kota Probolinggo meluncurkan program Sistem Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Probolinggo yang Cermat, Andal, Teliti, Inovatif dan Berkualitas (Siskia Probolinggo Cantik) Reborn, Kamis (20/3/2025), di Puri Manggala Bhakti Kantor Pemkot.
Tujuannya, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah setempat dapat ditekan.
“Dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, pembangunan kesehatan di Kota Probolinggo dilaksanakan dengan upaya program menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan angka stunting di Kota Probolinggo yang masih tinggi,” ujar Wali Kota Probolinggo, Aminuddin.
“Siskia Probolinggo Cantik Reborn” merupakan salah satu inovasi dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) berupa sistem aplikasi berbasis website yang berpedoman pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang menyediakan data tentang ibu hamil, ibu hamil risiko tinggi.
“Aplikasi itu merupakan langkah nyata untuk menekan AKI dan AKB karena bisa memantau keselamatan ibu hamil, sehingga dengan aplikasi itu, kami bisa meminimalisir keadaan yang membahayakan ibu hamil dengan resiko tinggi dan jangan sampai menambah lagi jumlah AKI di Kota Probolinggo,” katanya.
SISKIA Pro Cantik Reborn, hadir dengan wajah baru dalam memberikan informasi ibu hamil, yakni terdapat menu baru penambahan data ibu bersalin, data ibu nifas dan data kesehatan bayi serta balita sehingga bisa memantau keselamatan ibu hamil dan data stunting.
Aplikasi ini juga sebagai penghubung antara berbagai fasilitas kesehatan dan pemberi layanan kesehatan dan mampu memberikan informasi terkini mengenai status kesehatan ibu dan anak.
“Dalam era digitalisasi ini, kita berharap, ke depan sudah tidak ada lagi angka kematian ibu di Kota Probolinggo,” tandasnya.
Kepala Dinkes PPKB, Nurul Hasanah Hidayati mengatakan, upaya dalam menurunkan AKI, AKB dan stunting di Kota Probolinggo dibutuhkan validasi data anct, persalinan, nifas, data pertumbuhan dan perekembangan bayi, balita yang akurat dan reliabel. Mengingat Kota Probolinggo masih menghadapi permasalahan dan tantangan dalam upaya pelayanan kesehatan yang tercermin dari masih tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi dan stunting.
“Permasalahan ini menjadi masalah kita bersama, terlebih dengan adanya akses percepatan laporan untuk deteksi dini dan intervensi yang cepat dan tepat,” kata Ida.
Hal itu sesuai dengan misi wali kota dalam menciptakan pemerintahan yang adaptif dan layanan publik yang prima. Maka Siskia Pro Cantik Reborn dipilih sebagai solusi, agar data kematian ibu dan stunting bisa diperoleh realtime.
Ida berharap dari adanya aplikasi dan giat ini, data permasalahan kesehatan lebih transparan dan bisa diakses oleh semua masyarakat.
“Masyarakat tentunya bisa mengakses layanan (Siskia Pro Cantik) ini dengan dashboard yang disediakan Diskominfo. Sehingga, data yang dihasilkan nantinya real-time dan akurat,” terangnya.
Giat yang dimulai sekira jam 9 pagi itu, dimulai dengan tampilan seni hadrah, penayangan program Genre Berkelana, implementasi giat Siskia Pro Cantik Reborn di beberapa fasilitas kesehatan, penandatanganan komitmen bersama Kepala Daerah Tingkat Kota Probolinggo dengan lintas sektor dalam upaya mendukung penggunaan Siskia Pro Cantik, hingga pertunjukan drama musikal dari Duta Genre Kota Probolinggo. (es/pin)