Jum'at, 4 April 2025 3:30:38

BPBD Batang Sosialisasikan Mitigasi Bencana ke Sekolah, Siswa Diajarkan Evakuasi Mandiri

: Kasi Kedaruratan BPBD Batang Nur Setia Nugroho (kiri), memberikan materi saat Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana di SDN Proyonanggan 5 Batang.


Oleh MC KAB BATANG, Senin, 17 Februari 2025 | 04:46 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 171


Batang, InfoPublik – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang menggelar sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana di SDN Proyonanggan 5, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (15/2/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa serta guru dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi dan banjir, yang sempat terjadi di Batang pada awal tahun 2025.

Kasi Kedaruratan BPBD Batang, Nur Setia Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa, guru, dan orang tua tentang langkah-langkah mitigasi bencana.

"Kami ingin memberikan edukasi kepada anak-anak, guru, dan orang tua tentang bagaimana menghadapi bencana, terutama gempa dan banjir. Mereka perlu tahu cara menghindari risiko dan menyelamatkan diri," ujar Nugroho.

Dalam simulasi ini, siswa diajarkan berbagai langkah penyelamatan diri, termasuk cara berlindung saat gempa, jalur evakuasi yang aman, dan tindakan cepat saat terjadi banjir.

Selain itu, BPBD Batang juga mengenalkan Aplikasi InaRISK, yang berisi informasi mengenai risiko bencana di berbagai wilayah di Indonesia.

"Aplikasi ini dapat digunakan masyarakat untuk menyusun rencana penanggulangan bencana dan meningkatkan kesadaran terhadap risiko yang ada di sekitar mereka," jelas Nugroho.

Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi alat bantu bagi masyarakat, termasuk siswa dan guru, dalam memahami potensi bencana dan langkah pencegahannya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SDN Proyonanggan 5, Hartono, menyambut baik program ini dan menegaskan bahwa simulasi bencana sudah menjadi bagian dari program sekolah.

"Program sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana ini telah masuk dalam program ARKAS Tahun Anggaran 2025, sehingga wajib dilaksanakan sesuai jadwal," kata Hartono.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Dengan adanya sosialisasi ini, mereka kini memiliki pemahaman tentang apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

"Anak-anak kini lebih paham bagaimana menghadapi gempa dan banjir. Mereka tahu tindakan yang harus diambil untuk menyelamatkan diri," tambahnya.

Hartono berharap kegiatan edukasi kebencanaan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin, sehingga siswa semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

"Sosialisasi ini memberikan wawasan dan pengalaman penting agar siswa memiliki bekal tanggap bencana sejak dini. Dengan pemahaman yang baik, kita bisa mencegah korban saat bencana terjadi," tutupnya.

Dengan adanya simulasi ini, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa, guru, serta masyarakat dalam menghadapi bencana semakin meningkat, sehingga dapat mengurangi dampak bencana di masa mendatang.

(MC Batang, Jateng/Jumadi/Sri Rahayu)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KAB BATANG
  • Rabu, 2 April 2025 | 19:58 WIB
Lomba Dayung Batang Pacu Perekonomian UMKM Lokal
  • Oleh MC KAB BATANG
  • Rabu, 2 April 2025 | 19:53 WIB
Tradisi Lomban di Batang, Ajang Kaderisasi Atlet Dayung Nasional
  • Oleh MC KAB BATANG
  • Selasa, 1 April 2025 | 16:35 WIB
Pemkab Batang Buka Kesempatan Produk UMKM Dikenal Wisatawan saat Lebaran