- Oleh MC KAB BALANGAN
- Kamis, 27 Maret 2025 | 07:22 WIB
© 2023 - Portal Berita InfoPublik.
:
Oleh MC KAB INDRAMAYU, Rabu, 12 Februari 2025 | 21:01 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 196
Indramayu, InfoPublik – Pemerintah mengintensifkan langkah antisipasi guna menekan potensi kenaikan harga komoditas menjelang Ramadan 1446 Hijriah (H). Fokus utama saat ini adalah Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang dapat berdampak langsung terhadap inflasi nasional.
Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menegaskan bahwa pengendalian harga pangan dan ketersediaan stok barang harus menjadi prioritas. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang digelar secara daring pada Senin (10/2/2025).
“Kita perlu memperkirakan dan memitigasi kenaikan harga komoditas, terutama mengingat pengalaman sebelumnya yang menunjukkan lonjakan signifikan selama Ramadan,” ujar Tomsi Tohir.
Sebagai tindak lanjut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diinstruksikan untuk meningkatkan koordinasi antarinstansi, memastikan stok barang tetap aman, serta menyiapkan langkah konkret berbasis data lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu telah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Suwenda, menyatakan bahwa pemantauan harga secara rutin dilakukan di 13 pasar yang tersebar di wilayah Indramayu.
“Pemantauan ini menjadi dasar langkah antisipasi sesuai arahan pusat. Dengan data yang akurat, kita bisa segera merespons jika ada kenaikan harga signifikan,” kata Suwenda.
Upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga terkait diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat selama Ramadan hingga Hari Raya.
Pemkab juga mendorong kerja sama dengan pelaku usaha, distributor, dan petani untuk memastikan rantai pasok berjalan lancar dan tidak terjadi spekulasi harga di pasaran.
(Fikri/Diskominfo Indramayu)