Monitoring Inflasi, Bank Indonesia Sulsel Puji Penanganan Inflasi di Bulukumba

: Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan dalam kegiatan kunjungan ke Bulukumba dalam rangka monitoring program Mini Distribution Centre (MDC). (Foto: istimewa)


Oleh MC KAB BULUKUMBA, Sabtu, 18 Mei 2024 | 15:17 WIB - Redaktur: Bonny Dwifriansyah - 153


Bulukumba, InfoPublik - Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan mengunjungi Bulukumba, Selasa (14/5/2024), dalam rangka monitoring program Mini Distribution Centre (MDC) yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi TPID Kabupaten Bulukumba.

Deputi Direktur Bank Indonesia Sulsel, Hasiando Ginsar Manik, bersama rombongan melakukan peninjauan harga bahan pokok di Pasar Cekkeng. Pada peninjauan itu, Hasiando didampingi Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, Dandim 1411 Letkol Inf. Kaharuddin Djamaluddin, Sekda Ali Saleng, Kepala Bulog Ervina Zulaeha, Asisten Ekonomi Pembangunan Amry, dan Kadis Kominfo Asdar A. Bennu.

Di Pasar Cekkeng, rombongan juga melihat langsung depot MDC atau Toko Murah Inflasi yang disiapkan oleh Bulog Bulukumba lewat kerja sama dengan Pemkab Bulukumba.

Ervina Zulaeha mengatakan sudah ada 11 unit MDC yang dibentuk dan tersebar di 10 kecamatan. Selain itu, juga disiapkan MDC Keliling dengan menggunakan mobil boks.

Dikatakan pula, MDC dibentuk untuk melakukan stabilisasi atau mengendalikan harga, bukan untuk mencari keuntungan. Karena itu harga bahan pokok yang dijual tidak boleh lebih tinggi daripada harga pedagang lainnya. "Bahan pokok seperti beras, minyak dan terigu itu dijualnya sama masyarakat bukan kepada pedagang," ungkap Ervina.

Dalam Rapat Koordinasi TPID bersama Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Deputi Direktur BI Hasiando Ginsar Manik memuji kebijakan Kabupaten Bulukumba dalam pengendalian inflasi.

Ia menyebut progam MDC hanya ada tiga di Sulawesi Selatan, yaitu Makassar, Parepare, dan Bulukumba. Ia berharap program MDC itu menjadi salah satu faktor pendukung pengendalian inflasi di daerah. Menurutnya, inflasi Bulukumba relatif rendah. Hal itu bisa dilihat pada data akhir bulan April (Ytd) sebesar 0,44 persen.

Hasiando memuji langkah Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam pengendalian inflasi, seperti program ketahanan pangan sampai ke desa dengan alokasi anggaran minimal 40 persen. Begitu pula gerakan memanfaatkan pekarangan dan lahan kosong untuk tanaman jangka pendek seperti cabai dan sayuran.

"Dari diskusi dengan Pak Bupati, saya bisa menilai bagaimana komitmennya dalam memajukan daerah ini," tutur Hasiando.

Tujuan kunjungan ke daerah, tambahnya, untuk melihat langsung apa yang telah dilakukan, tidak hanya sekedar membaca data yang ada. "Jadi inflasi itu tidak sekedar hanya melihat data angkanya, tapi kita juga mau melihat apa yang telah dilakukan atau apa actionnya," beber Hasiando.

Sebelumnya, Andi Utta sapaan akrab Bupati Bulukumba, memaparkan bahwa pihaknya terus memperkuat program ketahanan pangan, karena 70 persen lebih perekenomian daerah ditopang oleh sektor pertanian.

Andi Utta menekankan kepada aparat di bawahnya untuk memfasilitasi bahan pokok warganya dengan menyiapkan kebun bersama untuk menanam cabai atau sayuran. "Lahan lahan yang tidak digunakan harus produktif. Minta izin kepada pemiliknya agar bisa dimanfaatkan untuk tanaman jangka pendek," ujar Andi Utta.

Diketahui, TPID adalah tim yang dibentuk di setiap daerah sebagai wadah koordinasi lintas instansi dalam rangka pengendalian inflasi, baik dari unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi vertikal, maupun BUMN atau pihak swasta. (MC Bulukumba)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC Kota Payakumbuh
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 14:05 WIB
Pj Wali Kota Payakumbuh Panen Padi Unggulan Lokal Banang Pulau
  • Oleh MC Kota Payakumbuh
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 14:03 WIB
Jelang Idul Adha, Pemko Payakumbuh Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah
  • Oleh MC KOTA PONTIANAK
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 21:24 WIB
Jelang Iduladha, 178 KK Warga Pontianak di Rusunawa Terima Bantuan Beras
  • Oleh MC KOTA PONTIANAK
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 21:21 WIB
Sambut Iduladha, Pemkot Pontianak Gelar Pasar Murah
  • Oleh MC KOTA PONTIANAK
  • Senin, 10 Juni 2024 | 22:07 WIB
Jelang Iduladha, Angka Inflasi di Pontianak 2,65 persen
  • Oleh MC KOTA PONTIANAK
  • Senin, 10 Juni 2024 | 22:00 WIB
400 Paket Sembako Ludes Terjual dalam Satu Jam di Pasar Murah Pontianak