- Oleh MC PROV JAWA TIMUR
- Kamis, 19 September 2024 | 09:03 WIB
: Sosialisasi program Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (Gagah Bencana). Sumber Foto: Diskominfo Kabupaten Mojokerto
Oleh MC PROV JAWA TIMUR, Jumat, 2 Agustus 2024 | 04:13 WIB - Redaktur: Eka Yonavilbia - 129
Surabaya, InfoPublik- Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali menyosialisasikan program Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (Gagah Bencana).Program tersebut merupakan program dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) kelompok kerja (Pokja) empat, yang bertujuan untuk mewujudkan individu, keluarga, dan masyarakat yang tanggap dan tangguh terhadap berbagai bentuk bencana.
Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Kamis (1/8/2024), Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, melalui gerakan ini diharapkan setiap keluarga memiliki kewaspadaan terhadap risiko bencana dan tanggap serta tangguh dalam menghadapi bencana.
Pada sosialisasi tersebut, Bupati Mojokerto menjelaskan, terdapat beberapa program unggulan yang dibahas terkait pokja 4, yakni meliputi kesehatan, perencanaan sehat, dan kelestarian lingkungan hidup.
Dari pokja inilah kemudian melahirkan program Gagah Bencana dengan sembilan pilot project unggulan yaitu peduli stunting, menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), peduli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), siaga kebakaran lingkungan, tanggap dan tangguh bencana alam, peduli lingkungan, menuju keluarga sehat berkualitas, menuju keuangan sehat, dan mewujudkan keluarga sehat. Salah satu penekanan yang ditajamkan dari 9 pilot project tersebut salah satunya waspada kanker serviks dan payudara.
"Waspadai kanker serviks dan kanker payudara. Kalau keputihan tidak sembuh dan cenderung berbau menyengat, segera periksakan. Begitu juga ketika selesai berhubungan lalu keluar darah seperti flek, itu juga patut diwaspadai. Kesehatan organ kewanitaan ini penting. Karena penyebab bayi lahir prematur, juga karena keputihan. Karena keputihan memicu radang, sehingga selaput pelindung janin pecah," kata Bupati Mojokerto.
Terkait ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), Bupati dengan gelar dokter itu menjelaskan kondisi tersebut berisiko tinggi melahirkan bayi dengan keadaan prematur. Bayi dengan kondisi prematur sangat riskan mengalami stunting. Selain itu, terdapat beberapa hal lain yang juga menyebabkan kelahiran prematur pada ibu hamil, misalnya saja terjadinya ketuban pecah di masa awal kehamilan.
Menurut Bupati Ikfina, ketuban pecah awal bisa disebabkan karena adanya infeksi pada organ intim wanita.Untuk itu, Ikfina juga menghimbau kepada para perempuan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaannya.
"Bayi dengan kondisi prematur sangat berisiko terkena stunting. Hal ini bisa disebabkan karena terjadinya ketuban pecah di awal pada ibu hamil.Kepada para ibu dan calon ibu, tolong dijaga kebersihan dan dirawat organ kewanitaan," jelasnya. (MC Prov Jatim /hjr-idc/eyv)