- Oleh MC KAB BATANG
- Minggu, 15 September 2024 | 19:59 WIB
: Musik Etnik Kemlaka menampilkan tambang-tambang bertema
Oleh MC KAB BATANG, Minggu, 28 Juli 2024 | 19:41 WIB - Redaktur: Santi Andriani - 222
Batang, InfoPublik - Kemeriahan gelaran Batang Art Festival (BAF) ke-6, ditunjukkan dalam penampilan unik para seniman tari dan musik etnik, serta dimeriahkan dengan Night Batik Carnival. Selama dua hari berturut-turut pelaku seni tradisional mengeksplorasi kemampuannya, di hadapan ribuan penonton area Veteran.
Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang Ahmad Suroso mengatakan, event dua tahunan ini mengambil tema "Gemuruh" dengan menampilkan kesenian tradisional hingga peragaan busana karya Wulan Velia.
“Penampilan musik etnik dari Kemlaka, Tata Naluri Etnik, dan tari dari Jagadita serta gemulainya peraga busana menunjukkan BAF mampu memberikan suguhan pagelaran spektakuler,” katanya saat ditemui pada malam penutupan BAF di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (27/7/2024).
Ia mengharapkan, pada agenda BAF tahun mendatang dapat digelar di Gedung Kesenian sesuai harapan para pelaku seni di Kabupaten Batang.
Ketua panitia Sigit Purnomo menerangkan, beberapa penampil menunjukkan kebolehannya, seperti Tari Barongan, musik etnik Kemlaka dari Subah yang sudah melanglang buana. “Bintang tamunya musik etnik Kemlaka biar suasana berkesenian di Batang lebih gemuruh dan semua seniman kumpul di Batang,” terangnya.
Komposer Kemlaka, Dwi Priyo Sumarto mengaku takjub melihat gelaran BAF yang mengikutsertakan Kemlaka untuk berpartisipasi. “Saya sangat jarang melihat festival seni budaya yang unsur kearifan lokalnya begitu terasa, dibuktikan dengan masyarakat begitu menikmatinya,” tuturnya.
Kemlaka menampilkan musik etnik bertema "Sound of Archipelago", sebuah karya musik yang mengusung keragaman budaya Nusantara. Puncak gelaran BAF 2024, dimeriahkan dengan lenggak-lenggok peraga busana batik karya Wulan Vellea yang menyedot perhatian ribuan pasang mata, di sepanjang Jalan Veteran.
“Night Batik Carnival malam ini menampilkan ragam busana batik Nusantara, seperti lurik, kebaya, batik karnival Dewi Laksmi, dan Perahu Pinisi. Batang punya potensi seni budaya luar biasa, akan lebih maksimal jika mereka punya wadah dan agenda rutin pentas,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)