Kominfo Bekali Ratusan Mahasiswa UIN Ar-Raniry tentang Wirausaha Digital

: Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg menyerahkan plakat kepada Kepala Puslitbang SDPPP Kementerian Komunikasi dan Informatika Dr Nusirwan MSi, di ruang kerja Rektor, Selasa (5/12/2023). Foto: Mc Aceh


Oleh MC PROV ACEH, Rabu, 6 Desember 2023 | 19:32 WIB - Redaktur: Yudi Rahmat - 12


Banda Aceh, InfoPublik - Dalam rangka mendorong pertumbuhan digipreneur muda yang berbasis syariah, Kementerian Kominfo melalui program Digital Entrepreneurship Academy bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menyelenggarakan pelatihan wirausaha digital berbasis syariah, Selasa (5/12/2023).

Pelatihan yang diperuntukkan untuk Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh diselenggarakan di Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh selama 1 hari penuh yang dibagi dalam tiga kelas yang dibuka secara resmi Kepala Puslitbang SDPPP Kementerian Komunikasi dan Informatika Dr Nusirwan MSi.

Dalam sambutannya, Dr Nusirwan MSi mengatakan bahwa di era ekonomi digital persaingan kerja akan semakin ketat. Oleh karena itu mutlak diperlukan sumber daya manusia Indonesia yang bisa bersaing dengan keterampilan menengah tinggi dengan keahlian yang lebih spesifik.

Bukan tanpa alasan, kata Nusirwan perkembangan teknologi membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan bisnis UMKM berbasis digital. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan berpotensi menjadi tantangan dalam mendorong terciptanya wirausaha digital atau digital entrepreneur (digipreneur) muda.

Di sisi lain, jumlah pengangguran juga menjadi salah satu isu perekonomian di Indonesia. Generasi muda, dapat mengambil peran penting dalam mengatasi isu ini. Salah satunya dengan menjadi wirausaha, berinovasi dan menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri. 

Lebih lanjut Nusirwan juga mengingatkan bahwa di era digital saat ini, ijazah sebagai syarat kelulusan tidak cukup sebagai modal kerja, tetapi lebih pada keterampilan yang lebih spesifik berbasis kompetensi.

"Banyak perusahaan dan industri kita tidak butuh jurnal internasional yg diakui dunia. Mereka lebih melirik orang-orang yang mau belajar membuat berbagai program dan memiliki skill berbasis kompetensi," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Nusirwan juga memaparkan terkait Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) yang merupakan suatu pengukuran tingkat kompetensi dan keterampilan masyarakat dalam penggunaan teknologi digital pada kehidupan sehari-hari maupun terkait pekerjaannya. 

"Untuk mewujudkan persaingan global di era digital saat ini harus dilakukan melalui penguatan empat pilar yakni infrastruktur dan ekosistem, keterampilan digital, pemberdayaan dan pekerjaan," terangnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Dr Saifullah MAg mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini sudah demikian pesat. Dunia sudah memasuki era 5.0. Dengan format digital kita bahkan sudah dapat melakukan segala transaksi dari suatu ruangan kecil. 

Saifullah lebih lanjut mengharapkan mahasiswa perlu mengambil momentum ini untuk menyiapkan diri dengan kompetensi yang diperlukan dalam menghadapi perkembangan dan persaingan yang semakin ketat.

Sebelumnya, Wakil Tim Digital Entrepreneurship Academy Riva'atul Adaniah Wahab dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan Pelatihan Digitalisasi UMKM Berbasis Syariah Batch 2 untuk Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry terselenggara atas kerjasama Digital Entrepreneurship Academy Puslitbang SDP3I, KNEKS dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. 

“Pelatihan ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana mengembangkan usaha terdigitalisasi berbasis Syariah,” ujarnya.

Sementara output pelatihan yang diharapkan yakni para peserta dapat memahami Prinsip dan Etika Bisnis Islam, termasuk Akad dan Prinsip Syariah yang diterapkan pada Usaha terdigitalisasi.

Kedua, memaksimalkan pemasaran secara digital dengan prinsip-prinsip Syariah serta memahami alur Proses Pengajuan Sertifikasi Halal dan selain itu peserta juga diharapkan mendapatkan bekal ketika akan menjadi UMKM yang naik kelas dan dari unbankable menjadi bankable setelah mendapat pelatihan dan dapat terkoneksi dengan program lanjutan.

Riva menambahkan kegiatan yang diperuntukkan untuk Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry diikuti oleh 106 peserta yang terdiri dari 69 peserta LMS dan 37 peserta non-LMS.

Pelatihan ini turut menghadirkan narasumber dan instruktur masing-masing, Rizki Anggun Pribadi dari KNEKS, Yunan Hilmi selaku VP of Sales Zahir International dan Ustadz Nurdin Bashori Afhani, selaku Kepala Divisi Training dan Entrepreneurship Fananie Center. (mc/02)