Belu Terima Penghargaan Inseminator Terbaik Tingkat Nasional

: Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu berhasil memperoleh Penghargaan di Bidang Peternakan Tingkat Nasional dengan Peringkat 3 Inseminator Terbaik kategori Dominan Kawin Alam pada acara Peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ke - 187 di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.


Oleh MC KAB BELU, Rabu, 11 Oktober 2023 | 12:07 WIB - Redaktur: Juli - 26


Belu, InfoPublik - Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu berhasil memperoleh Penghargaan di Bidang Peternakan Tingkat Nasional dengan Peringkat 3 Inseminator Terbaik kategori Dominan Kawin Alam.

Penghargaan tersebut disampaikan pada acara Peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ke-187 di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

Penghargaan yang diberikan pada 22 September 2023 yang lalu ini merupakan Penghargaan Tingkat Nasional yang diberikan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) dalam beberapa kategori.

Adapun proses dan tahapan hingga Kabupaten Belu berhasil meraih penghargaan ini diawali dengan dipilihnya Kabupaten Belu untuk mewakili Provinsi NTT oleh Dinas Peternakan Provinsi NTT.

Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu melalui Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi, Ade Wahyuni, yang ditemui Selasa (10/10/2023) menjelaskan bahwa penilaiannya sendiri sudah dilakukan sejak 1 tahun sebelumnya yakni dari Juli 2022 sampai dengan Agustus 2023.

Pada Agustus, tim dari pusat sendiri datang, pada saat itulah pihaknya bersama Dinas Peternakan provinsi melakukan pendekatan dengan data, untuk menentukan kabupaten mana yang layak untuk diusulkan mengikuti penilaian di tingkat Nasional.

Kabupaten Belu terpilih karena memiliki inovasi untuk mempercepat kebuntingan pada kegiatan Inseminasi Buatan (IB) yaitu dengan membuat rumah singgah ternak karena ternak Sapi di Kabupaten Belu termasuk yang dipelihara dengan cara dilepas sehingga dalam melakukan IB mengalami kesulitan dalam pengawasan pada ternak - ternak tersebut, namun dengan adanya rumah singgah ternak maka Sapi betina yang dilakukan IB diikat untuk semetara di rumah singgah ternak tersebut dalam jangka waktu paling lama 3 bulan.

Lanjut dia, dengan demikian selama berada di rumah singgah ternak Sapi betina tersebut dapat diawasi dengan lebih baik sehingga dapat dilakukan IB kembali jika pada periode yang pertama dilakukan IB ternak tersebut mengalami kegagalan kebuntingan.

Inovasi ini dinilai cukup efektif untuk mempercepat kebuntingan karena kalau yang dilepas periode pertama dia gagal, kalau petaninya tidak mengawasi betul periode berikut dia lewat lagi.

"Periodenya terlewat jadi karena kita hanya mengandalkan menelepon dan koordinasi baik petugas dan petani. Kalau di rumah singgah ini petugas awasi, pemilik juga awasi dan karena mereka kasih makan di dalam kandang itu, pemerintah menghargai dengan memberikan 750 ribu jadi ada daya tarik bagi mereka untuk mengambil makanan dan saat lahir lagi mereka dikasih Rp500 ribu dan kalau yang tidak di rumah singgah, yang hanya mengandalkan telepon dan petugas pergi cari dihargai pada saat lahir hanya Rp500 ribu, tetapi yang di rumah singgah dapat 2 insentifnya," terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa pada awalnya pihaknya telah diusulkan 2 orang inseminator untuk dinilai namun secara nasional hanya diperbolehkan untuk mengusulkan 1 orang saja, sehingga yang diusulkan saat itu itu inseminator atas nama Damianus Saik, A.Md yang merupakan seorang tenaga kontrak.

Damianus sendiri telah melewati tahap wawancara oleh Tim penilai dari pusat dan tim penilai juga melihat langsung saat inseminator bekerja serta menilai hasil pekerjaannya.

Selain itu dengan adanya pemberian insentif dari Pemerintah Kabupaten Belu menjadi penilaian tersendiri karena ada upaya dari pihak pemerintah. Pada akhirnya Damianus Saik berhasil mendapat peringkat ketiga sebagai Inseminator Terbaik Nasional kategori Dominan Kawin Alam dan memperolah hadiah berupa uang senilai Rp5.000.000,-

Ade Wahyuni berharap agar pada tahun - tahun mendatang akan ada lagi inseminator dari Kabupaten Belu yang dapat memperoleh penghargaan serupa karena merupakan acara peringatan Hari Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ini juga sekaligus menjadi acara rembuk Nasional Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).

Kegiatan tersebut merupakan pertemuan bagi para petugas reproduksi dari seluruh Dinas Peternakan baik tingkat provinsi maupun kabupaten yang ada di seluruh Indonesia, sehingga pada saat ini juga dilakukan evaluasi terhadap kegiatan penandaan ternak dan pendataan ternak.