Rapat Evaluasi Pemanfaatan Aplikasi e-Dasawisma dan e-Posyandu

: Evaluasi Aplikasi e-Dasawisma dan e-Posyandu Kab. Belu


Oleh MC KAB BELU, Sabtu, 7 Oktober 2023 | 17:01 WIB - Redaktur: Juli - 21


Belu, InfoPublik - Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens membuka secara resmi Rapat Evaluasi Pemanfaatan Aplikasi e-Dasawisma dan e-Posyandu Tingkat Kabupaten Belu, di Aula lantai 1 Kantor Bupati Belu, Kamis (5/10/2023).

Rapat evaluasi ini terlaksana atas kerja sama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belu, untuk mengetahui sudah sejauh mana pemanfaatan aplikasi-aplikasi tersebut di tingkat kelurahan setelah diluncurkan pada Maret 2023 lalu.

Evaluasi tersebut juga sekaligus untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi oleh para operator dalam menggunakan aplikasi tersebut.

Wakil Bupati Belu dalam sambutannya mengatakan, tujuan dilaksanakannya evaluasi karena kedua aplikasi ini sudah diluncurkan dan sudah mulai digunakan sejak 6 bulan yang lalu.

Setelah dilaksanakan maka akan dievaluasi bersama sampai di mana hasilnya, dan untuk mengetahui apa saja yang masih kurang sehingga dapat diperbaiki sebab penggunaan kedua aplikasi tersebut di tingkat kelurahan dinilainya masih belum berjalan secara optimal.

"Yang belum berjalan optimal itu apa saja, mungkin rencana kita kurang baik, bagaimana kita mengorganisir seluruh kelompok - kelompok dasawisma yang ada di wilayah kelurahan itu juga belum baik, kita belum bisa menerapkan seluruh elemen - elemen dengan baik, kita kurang melakukan kontrol, pengawasan, pelaksanaan aplikasi ini dengan baik. Kenapa belum baik, kenapa fungsi manajemen belum berjalan dengan baik. Apakah sumber daya manusia sudah tersedia dengan baik, adakah material pendukung sudah baik, sudah ada, apakah cara yang kita tempuh dalam operasionalisasi aplikasi - aplikasi itu sudah ada, pada metodenya, pada mesin sudah tau pakainya seperti apa, apakah ada uang," tandas Wabup Haleserens.

Wabup Belu menambahkan Dasawisma merupakan sebuah wadah yang mempermudah dalam memantau perkembangan pembangunan seperti keluarga - keluarga yang memiliki anak dengan gizi buruk maupun stunting, orang sakit, juga anak- anak cerdas dan berprestasi yang berpeluang untuk mendapatkan beasiswa. "Karena itu sangat penting bagi seluruh kelompok Dasawisma untuk menggunakan aplikasi pendataan seperti ini," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belu, Anselmus Lopez, menyoroti masih sedikitnya jumlah kelompok Dasawisma yang terbentuk pada kelurahan yang memiliki penduduk yang banyak tersebut.

Ia menbandingkan dengan desa - desa yang sudah membentuk banyak kelompok Dasawisma padahal memiliki jumlah penduduk yang lebih sedikit.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabuputen Belu, Fredrikus L.Bere Mau mengatakan bahwa pada Maret yang lalu aplikasi e-Dasawisma dan e-Posyandu yang diluncurkan merupakan hasil koordinasi Pemerintah Kabupaten Belu dengan Kementerian Kominfo RI yang berbasis teknologi informasi untuk mempermudah kerja supaya lebih terukur, terintegrasi dan yang paling penting agar data yang ada tidak mudah hilang karena data base akan tetap tersimpan pada aplikasi.

"Aplikasi ini dikembangkan oleh Kemenkominfo RI bekerja sama dengan Kemendagri RI karena PKK berada di bawah kewenangan Kemendagri, oleh karena itu Kemendagri meminta untuk dibuatkan aplikasi berbasis Web yang bisa digunakan untuk membantu pendataan kegiatan Dasawisma seperti pendataan keluarga, pendataan aktivitas warga, catatan kelahiran, kematian dan data penting lainnya," jelas Kadis Kominfo.

Rapat Evaluasi diikuti oleh para Lurah se - Kabupaten Belu, Ketua TP PKK Kelurahan se- Kabupaten Belu dan operator e-Dasawisma dan e-Posyandu dari masing - masing kelurahan dan diakhiri dengan simulasi dan pendampingan penginputan data pada aplikasi e-Dasawisma oleh operator e-Dasawisma dari Kelurahan Umanen yang telah aktif menggunakan aplikasi tersebut dalam menginput data Dasawisma di Kelurahan Umanen.