Rakor TPID 2023 : Mendagri Minta Pemda Lakukan Monitoring ke Pasar dan Distributor

:


Oleh Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu, 2 September 2023 | 10:20 WIB - Redaktur: Wawan Budiyanto - 10


Palu, InfoPublik – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudy Dewanto mengikuti Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara virtual di Kantor Gubernur, Senin (28/8/2023).

Mengikuti secara virtual, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudy Dewanto didampingi Biro Ekonomi Setdaprov Sulteng, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Sulteng, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Prov Sulteng, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov Sulteng, Polda Sulteng, dan Perum Bulog.

Dalam paparannya, Plt. Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu keempat Agustus tahun 2023 terdapat 10 Kabupaten dan Kota yang mengalami kenaikan IPH tertinggi yaitu ; Sumba Tengah 2,31 persen, Keerom 1,82 persen, Muna Barat 1,65 persen, Morowali Utara 1,46 persen, Ketapang 1,39 persen, Banyu Asin 1,31 persen, Klungkung 1,29 persen, Donggala 1,24 persen, Lombok Timur 1,20 persen dan Kapuas Hulu 1,18 persen.

Secara nasional, jumlah Kabupaten dan Kota yang mengalami kenaikan IPH, mengalami kenaikan sebesar 1 persen dari minggu sebelumnya dan sebagian besar kenaikan IPH terjadi di wilayah luar Jawa.

“Catatan kami disini adalah, kenaikan IPH pada minggu ke empat bulan Agustus 2023 lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan IPH minggu sebelumnya,” jelasnya.

Amalia menyampaikan komoditas penyumbang utama terhadap kenaikan IPH pada minggu ke empat bulan Agustus tahun 2023 adalah cabai rawit, cabai merah, dan beras. Menurut data yang ada, terjadi disparitas harga yang cukup lebar antara wilayah Indonesia bagian timur dan barat untuk komoditas cabai rawit dan dan cabai merah. Kenaikan harga ini salah satunya terjadi akibat dampak dari penurunan pasokan disebabkan periode musim kemarau.

“Disparitas harga yang cukup lebar ini perlu menjadi perhatian kita bersama, untuk bisa meningkatkan distribusi dari wilayah barat ke wilayah timur Indonesia,” ujarnya.

Dikatakan, pada minggu ke empat Agustus 2023 terdapat 201 Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan harga komoditas beras. Kenaikan harga ini disebakan oleh pasokan beras yang mulai berkurang seiring penurunan aktivitas panen.

“Secara musiman, defisit produksi beras selalu terjadi pada periode Agustus hingga akhir tahun, perlu diwaspadai kenaikan harga beras disejumlah wilayah akibat keterbatasan pasokan” kata Amalia.

Secara berurutan harga beras dari yang tertinggi, terjadi di wilayah/pulau Papua, Maluku, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Bali-Nusra, dan Jawa. Hingga Juli 2023, inflasi beras mencapai 6,47 persen (y-to-d), lebih tinggi dari inflasi umum. Inflasi beras berpotensi terus meningkat hingga akhir tahun seiring defisit produksi beras nasional.

“Namun ada catatan positif, bahwa komoditas yang mengalami penurunan dan tidak lagi menjadi pemberi andil utama kenaikan IPH adalah daging ayam ras dan telur ayam ras, artinya harga dari dua komoditas tersebut sudah terkendali dan mengalami penurunan”, ujar Amalia.

Menanggapi terkait kenaikan harga komoditas beras, Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa stok ketersediaan komoditas beras cukup aman sampai dengan akhir tahun. Menurutnya, terkait dengan kenaikan harga komoditas beras, bukan disebabkan oleh keterdiaan stok, melainkan disebabkan masalah distribusi dan sistim logistik.

Selanjutnya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menghimbau kepada pemerintah daerah untuk terus melakukan monitoring ke pasar-pasar dan distributor, terkait harga dan ketersediaan komoditas pangan di daerahnya masing-masing dan cepat melakukan intervensi apabila terjadi kekurangan suplai atau kenaikan harga komoditas.

“Tolong di daerah-daerah terus lakukan monitoring ke pasar dan distributor, lalu cek suplai dan distribusinya dan cepat lakukan intervensi apabila ada kenaikan harga”, ucap Tito.

Terakhir, Tito mengistruksikan agar setiap daerah memperkuat ketersediaan cadangan air dalam mengantisipasi pengaruh cuaca El-Nino. Diharapkan pemerintah daerah agar berperan aktif dan melakukan terobosan kreatif untuk memperkuat cadangan air didaerahnya masing-masing.

(Kominfo Santik)