Kepala BPSDM Jawa Timur Harapkan Peserta PKN Tingkat II Angkatan XXIV Jadi Agen Perubahan

:


Oleh MC KAB RAJA AMPAT, Kamis, 8 September 2022 | 14:45 WIB - Redaktur: Kusnadi - 340


Raja Ampat, InfoPublik - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai berharap peserta Pelatihan Kepimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV yang saat ini mengikuti pelatihan pada lembaganya berharap menjadi agent of change, agen perubahan.

“Kita berharap peserta PKN angkatan ke-24 ini menjadi agent of change, agen perubahan baik untuk intansi pemerintahan maupun untuk dirinya sendiri. Itu yang terpenting,” ujar Aries Agung Paewai ketika diwawancara Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik Raja Ampat, Frits Feliks Dimara, Rabu (7/9/2022).

Aries Agung Paewai mengakui jika usai pelatihan peserta tidak menjadi agen perubahan dan tidak ada hasil maka sia-sialah pelaksanaan PKN  Tingkat II  tersebut.   

Sebagaimana diinformasikan Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Raja Ampat, Frits Feliks Dimara bahwa PKN Tingkat II Angkatan XXIV di BPSDM Jawa Timur diikuti 70 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia.

PKN Tingkat II yang mengusung tema, Kebijakan Strategis Pendekatan Sosial Kultural dalam Percepatan Pencapaian SDGs  atau Sustainable Development Goals  atau  Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tersebut diikuti lima pejabat eselon II dari Kabupaten Raja Ampat, di antaranya Kadis Kominfo, Persandian dan Statistik, Kepala Inspektorat, Asisten III Setda Raja Ampat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Aries Agung Paewai menerangkan lembaga pelatihannya dengan para peserta dari berbagai daerah dengan kapasitas dan heterogen yang dmiliki

“Tentunya kita berharap dengan mereka bertemu dan bersilahturahmi, maka banyak ilmu yang mereka terima selama PKN ini dan dibawa ke daerah masing-masing dalam mengembangkan organisasi,” ujarnya.

Dikatakannya, setiap peserta pasti berbeda melakukan pekerjaannya dan itu bisa diadopsi sebagai bekal ketika kembali melaksanakan tugas pelayanan publik  di daerah masing-masing.

“Mana yang baik, mana yang kurang. Itu semua menjadi pembelajaran kita bersama. Itulah bedanya ketika kita belajar di perguruan tinggi. Di sini (BPSDM, red) peserta berkolaborasi,” kata Aries Agung Paewai.

Dirinya berharap peserta PKN ini punya energi baru, visi baru, pandangan baru (vision) terhadap bagaimana mengembangkan terhadap organisasi atau OPD yang dipimpin.

“Kita berharap program itu linear antara program kepala daerah dan program OPD. Karena itu dari hasil diklat yang peserta ikuti bisa memberikan dampak langsung yang luas dan penting bagi pemerintah daerah.

Karena itu, peserta diklat betul-betul menghasilkan produk inovasi yang benar-benar mendukung pemerintah daerah.

Terkait ladies program yang juga bagian dari proses PKN, dirinya menjelaskan, ibu-ibu diharap mendukung peserta di daerah dalam melaksanakan aktivitas pekerjaan. Diakuinya, saat ini masih banyak ibu-ibu yang tidak mendukung atau memahami apa yang dilakukan suaminya dalam  melaksanakan pekerjaaanya.

Karena itu Ladies Program merupakan bagian penting agar ibu-ibu dari para peserta PKN paham dan mendukung suaminya dalam melaksanakan tugas dan pengabdian baik sebagai pimpinan OPD maupun dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat.  (Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat)