Akademisi UNTAN Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Digital

:


Oleh MC KAB KUBU RAYA, Senin, 29 Maret 2021 | 10:38 WIB - Redaktur: Eka Yonavilbia - 451


Pontianak, InfoPublik  -16 orang mahasiswa program Magister Manajemen Angkatan 44 kelas B2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (UNTAN) berkomiten untuk mengimplementasikan Tri Dharma perguruan tingginya dalam bentuk Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mendampingi Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya bagi pelaku UMKM di daerah Kubu Raya.

Ketua Kelas B2 Angkatan 44  Yanuar Catur P dalam sambutannya mengatakan UMKM ini motor tak nampak dalam pertumbuhan ekonomi. Karena dalam UMKM  inilah banyak terdapat peluang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat secara langsung.

“Seperti yg selalu digaungkan oleh Pak Bupati Kubu Raya bahwa Strateginya bukan cuma memberi modal untuk membuka usaha kepada masyarakat, tetapi juga harus menambah wawasan dan ketrampilan untuk para pelaku usahanya,”ujarnya saat membuka pelatihan tentang akses modal sertifikasi dan pemasaran produk secara digitalisasi dan optamilasasi sosial media, di ruang hotel Marcure, Pontianak pada Minggu (28/3/2021).

Menurutnya, hal yang paling penting adalah bagaimana mampu untuk menciptakan sebuah pasar sistemik yang nantinya dapat menggerakkan roda perputaran uang di masyarakat secara berkelanjutan. Jadi ibaratnya bukan cuma menyuruh untuk jualan saja tapi juga harus memberi solusi untuk di jual dimana, siapa yang akan beli nantinya dan bagaimana cara memasarkannya, kemudian bagi konsumen mengapa harus beli produknya.

“Di Kubu Raya sendiri kami mengtahui bahwa telah diterbitkan Peraturan Bupati yang mengharuskan PNS di Kubu Raya untuk membeli produk UMKM lokal. Termasuk beras lokal Kubu Raya, snack dan produk kerajinan lainnya,”katanya.

Dirinya menjelaskan, pendampingan ke UMKM amat perlu mengingat adanya kelemahan yang dimiliki oleh UMKM saat ini, terdiri belum dapat bersaing dengan produk yang ada pada toko modern. Pihak UMKM memiliki saluran distribusi dan promosi yang terbatas yaitu hanya dipasarkan dari rumah ke rumah dan pada toko kaki lima. Belum mampu dalam meningkatkan sumber daya, menyusun laporan keuangan serta lain sebagainya.

“Acara pendampingan kedua InshaAllah  direncanakan akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 8 April 2021 di Aula Kantor Bupati. Nanti disana akan ada pelatihan dari Alfamart selaku retail modern yang siap bermitra dengan bapak ibu semua selaku UMKM untuk produknya dipasarkan di retail modern tersebut. Yang Insya Allah apabila tidak berhalangan juga akan dibuka oleh Bapak Bupati Kubu Raya,” tegasnya.

Selanjutnya kata ia, acara pendampingan ketiga nanti akan dilaksanakan setelah lebaran. Rencananya akan melaunching untuk dipasarkan di retail modern Alfamart. Yang direncanakan memiliki standing banner di rak penjualan yang bertuliskan pesan sosial kepada masyarakat.

“Membeli Produk UMKM berarti membagi kebahagiaan kepada masyarakat, Bangga membeli produk UMKM,” ucapnya.

Sementara Ketua Prodi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Mustaruddin mengatakan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi secara nasional karena sebagaian besar banyak masyarakat bergerak di usaha UMKM.

“Kita sebagai mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam hal berbagi baik dari segi ilmu pengetahuan, maupun informasi yang bertujuan mengenalkan lebih jauh produk UMKM ini kepada publik,” katanya.

Terkait dengan cara pemasaran di era digital ini, jelas dia para mahasiswa khususnya Angkatan 44 kelas B2 ini akan mendampingi para pelaku UMKM hingga ketahap akhir yakni pelebelan produk-produk UMKM agar dapat diterima oleh konsumen lokal maupun luar daerah.

“Sebagai model untuk kegiatan ini memang ditunjuk lima pelaku UMKM. Yang apabila kedepanya sukses dapat dikembangkan oleh para UMKM terutama yang ada di Kabupaten Kubu Raya hingga ke UMKM yang ada di Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.

Sebelumnya pada kegiatan tersebut pihak perbankan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pontianak Gajah Mada memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) ke lima para pelaku UMKM dengan nilai masing-masing satu juta rupiah. (irdiansyah/MC KubuRayayavE)