:
Oleh MC KOTA PALANGKA RAYA, Jumat, 24 Juli 2020 | 11:56 WIB - Redaktur: Juli - 654
Palangka Raya, InfoPublik - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, melalui UPT Museum Balanga Kota Palangka Raya, Kamis (23/7/2020) kembali menggelar kegiatan edukasi tentang budaya-kearifan lokal.
Bila sebelumnya dilaksanakan kegiatan cara merawat Sapundu (sejenis patung), maka untuk kali ini kegiatan yang digelar yakni cara merawat benda Kuningan.
Acara tersebut mengambil tempat di Auditorium UPT Museum Balanga Palangka Raya, diikuti perwakilan pelajar. Mulai dari tingkat SMP, SMA dan mahasiswa dari perguruan tinggi. Pelaksanaan acara dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
Kepala Disbudpar Kalteng Guntur Talajan mengaku mengapresiasi perhatian para pelajar dan mahasiswa. Terutama untuk mendapatkan pengetahuan terhadap nilai-nilai warisan budaya dan kearifan lokal yang turun temurun dimiliki masyarakat Dayak.
"Ada beberapa tamu yang melaksanakan kunjungan kerja ke Palangka Raya. Mereka menemui saya, dan barharap kita mampu melestarikan dan menjaga kebudayaan Dayak," ungkap dia, usai acara tersebut.
Terkhusus untuk generasi muda, tambah Guntur, diharapkan bisa terus mewariskan budaya dan kearifan lokal, sekaligus ikut merawatnya. "Kegiatan ini menjadi program rutin, setidaknya berimplikasi pada peningkatan kunjungan masyarakat dan pelajar ke museum Balanga," kata dia.
Adapun Kepala UPT Museum Balanga Kota Palangka Raya, Hasanudin mengungkapkan, benda kuningan bagi masyarakat adat Dayak adalah, benda yang memiliki nilai tinggi dan sakral, seperti nampan, guci dan lainnya, yang pada masanya menjadi sarana rumah tangga.
"Peralatan dari suku Dayak yang diwariskan secara turun temurun ini sangat bernilai tinggi, sehingga wajib dipelihara dan dibersihkan. Kami berharap para pelajar dan mahasiswa dapat ikut melestarikan nilai seni, budaya dan kearifan lokal ini," harap dia. (MC. Isen Mulang.1/nd)