Pemprov Jakarta Terima Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2024

: Kkegiatan Apresiasi Warisan Budaya Indonesia (AWBI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan RI pada Sabtu, (16/11/2024) di Taman Fatahillah, Jakarta Barat./ foto: Humas Pemprov Jakarta


Oleh Mukhammad Maulana Fajri, Rabu, 20 November 2024 | 06:57 WIB - Redaktur: Untung S - 468


Jakarta, infoPublik - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi DKI Jakarta menerima sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTbI) Indonesia pada kegiatan Apresiasi Warisan Budaya Indonesia (AWBI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan RI pada Sabtu, (16/11/2024) di Taman Fatahillah, Jakarta Barat. 
 
Kepala Disbud Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan, penyerahan sertifikat WBTbI diterima langsung oleh Kepala Bidang Pelindungan Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Linda Enriany oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, serta Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Girin Ganesha Djumaryo.
 
"Ini merupakan puncak rangkaian kegiatan dari Penetapan Objek Pemajuan Kebudayaan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI). Pada kegiatan AWBI 2024 ini, Pemprov DKI Jakarta memperoleh delapan sertifikat WBTbI," ujar Iwan berdasarkan siaran pers Pemprov Jakarta, Selasa (19/11/2024).
 
Iwan menjelaskan, melalui penambahan delapan karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTbI, maka total sertifikat WBTbI yang telah diterima Provinsi DKI Jakarta periode 2013 hingga 2024 sebanyak 85 WBTb Indonesia. Iwan juga mengatakan, Disbud Provinsi DKI Jakarta akan terus berkomitmen mendukung program-program pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan untuk melestarikan keberagaman budaya di Jakarta,  
 
Adapun delapan karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTbI dari Provinsi DKI Jakarta yaitu:
1. Gambus Betawi;
2. Musik Sampyong;
3. Bahasa Kreol Tugu;
4. Si Pitung;
5. Nyorog;
6. Rias Bakal;
7. Oblog; dan
8. Kopi Jahe Betawi.
 
“Penetapan delapan karya budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia merupakan wujud nyata dari upaya pelestarian kebudayaan Betawi dan kekayaan budaya Jakarta. Kami berharap, pengakuan ini tidak hanya menjadi simbol penghargaan, tetapi juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih mencintai, menjaga, dan mengembangkan budaya lokal di tengah tantangan modernisasi untuk diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Mukhammad Maulana Fajri
  • Senin, 30 Desember 2024 | 21:26 WIB
Pj Gubernur DKI Jakarta Luncurkan Beras 'Resik' dan FoodHub untuk Ketahanan Pangan
  • Oleh Mukhammad Maulana Fajri
  • Minggu, 29 Desember 2024 | 09:36 WIB
Pemprov Jakarta Gelar Malam Muhasabah Sambut Tahun Baru 2025
  • Oleh Mukhammad Maulana Fajri
  • Minggu, 29 Desember 2024 | 08:31 WIB
Pemprov DKI Jakarta Siapkan 3.900 Petugas Kebersihan untuk Sambut Tahun Baru 2025
  • Oleh Mukhammad Maulana Fajri
  • Sabtu, 28 Desember 2024 | 08:30 WIB
Pj Gubernur Ajak Kader HMI Berpartisipasi Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global
  • Oleh Mukhammad Maulana Fajri
  • Jumat, 27 Desember 2024 | 11:33 WIB
PT Pembangunan Jaya Ancol Tingkatkan Kesejahteraan Pedagang Asongan
  • Oleh Mukhammad Maulana Fajri
  • Jumat, 27 Desember 2024 | 11:29 WIB
Pj. Gubernur Maksimalkan Hunian Layak bagi Warga Jakarta
  • Oleh Mukhammad Maulana Fajri
  • Kamis, 26 Desember 2024 | 07:57 WIB
Antisipasi Curah Hujan Tinggi, BPBD Jakarta Lakukan Modifikasi Cuaca Tahap Ketiga
  • Oleh Mukhammad Maulana Fajri
  • Senin, 23 Desember 2024 | 21:57 WIB
Pemprov Jakarta Dukung Perayaan Natal Akbar di Indonesia Arena GBK