Business Matching 2024, Ajang Eratkan Pendidikan Vokasi dengan Industri di Jateng

: Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mengupayakan transformasi pendidikan vokasi untuk mendorong kesesuaian pendidikan dengan industri. Business Matching menjadi salah satu langkah progresif dalam mewujudkan hal tersebut (Foto: Dok Kemendikbudristek)


Oleh Pasha Yudha Ernowo, Jumat, 24 Mei 2024 | 18:42 WIB - Redaktur: Untung S - 207


Jakarta, InfoPublik - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mengupayakan transformasi pendidikan vokasi untuk mendorong kesesuaian pendidikan dengan industri. Business Matching menjadi salah satu langkah progresif dalam mewujudkan hal tersebut.

Melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Ditjen Pendidikan Vokasi memfasilitasi kegiatan Business Matching 2024 yang terselenggara di Solo Technopark pada Selasa (21/5/2024).

Kegiatan itu merupakan Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah yang diinisiasi oleh Konsorsium Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Mitras DUDI, Uuf Brajawidagda, menekankan pentingnya kolaborasi berbasis potensi daerah. “Konsorsium ini mempertemukan antarsekolah untuk saling belajar dan saling bertukar praktik baik. Ditambah sebagai upaya mendekatkan industri dengan SMK sehingga dapat membuka peluang kolaborasi,” jelas Uuf, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat (24/5/2024).

Menurut Uuf, kegiatan itu pun dapat meningkatkan peran pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi pendidikan vokasi. Ia pun berharap, “Semoga dapat menjadi contoh untuk daerah-daerah lain untuk mengadakan Business Matching seperti ini,” ucapnya.

Di sisi lain, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi SDM yang beragam. Penjabat (Pj.) Gubernur Jateng yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah,  Sujarwanto Dwiatmoko, mengungkapkan apresiasinya terhadap acara Business Matching sebagai upaya mendekatkan satuan pendidikan vokasi dengan industri. Penyiapan SDM yang unggul sangat mempengaruhi bonus demografi.

“Saya berharap perguruan tinggi dan industri menjadi mitra utama untuk mengembangkan keunggulan daerah. Selain itu, Jawa Tengah pun memiliki perda yang mengatur tentang inovasi daerah,” ujar Sujarwanto.

Untuk memeriahkan Business Matching 2024, terdapat beragam inovasi dari sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi vokasi (PTV) di Jawa Tengah. Terdapat 190 insan vokasi yang berasal dari 21 SMK dan 8 PTV yang memamerkan produk-produk inovasi.

SMK yang turut menjadi sorotan dalam pameran Business Matching tersebut adalah SMKN 5 Sukoharjo, Jawa Tengah. SMK tersebut turut memamerkan trainer mobil listrik dan sepeda motor listrik hasil projek dari Konsentrasi Keahlian Teknik Otomotif dan Elektronika. Selain itu, terdapat juga rakitan komputer all in, laptop, dan smart TV hasil tangan siswa Konsentrasi Keahlian Teknik Komputer Jaringan. “Ajang ini menambah semangat siswa juga. Mereka bisa belajar memasarkan produknya saat bertemu dengan industri,” ungkap Waluyo selaku guru Program Keahlian Ototronik.

Waluyo pun menjelaskan bahwa karya trainer mobil dan sepeda listrik tersebut sangat ramah lingkungan karena tidak perlu bahan bakar minyak. Selain itu,  charging baterai pun bisa menggunakan listrik PLN rumahan dan kecepatan memenuhi ketentuan pemerintah.

Tak hanya pameran, terdapat juga sesi gelar wicara terkait Program Penguatan Ekosistem Kemitraan. Salah satu narasumber yaitu Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur SMK, Wardani Sugiyanto, menilai bahwa karya tangan-tangan SMK mampu memenuhi kebutuhan industri.

“Teman-teman dari industri dapat menilai di pameran bahwa karya-karya SMK pun tidak kalah bagusnya dan kami membuka kolaborasi industri, salah satunya dengan pengembangan teaching factory (Tefa),” ungkap Wardani.

Wardani berpesan agar semua pemangku kepentingan agar dapat  mengedepankan potensi daerah. Sebagai satuan pendidikan vokasi, SMK menjadi lembaga yang turut mempersiapkan SDM yang dapat bergerak ke arah yang sama.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 16:09 WIB
PembaTIK dan Kihajar STEM 2024 Bentuk Inovasi Pembelajaran Digital
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 16:08 WIB
145 Perguruan Tinggi Buka SNBT 2024
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Senin, 10 Juni 2024 | 16:51 WIB
Pendaftaran Dana Indonesiana 2024 Dibuka lagi
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Minggu, 9 Juni 2024 | 13:00 WIB
Kemendikbudristek Lepas Pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Jumat, 7 Juni 2024 | 18:20 WIB
Indonesia dan NTU Singapura Tingkatkan Kerja Sama Program Beasiswa