Dukung Transisi Energi Menuju NZE, SNSU BSN Kembangkan Standar Pengukuran Bidang Energi

: Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran Termoelektrik dan Kimia - Badan Standardisasi Nasional (SNSU TK - BSN), Ghufron Zaid dalam Webinar Metrologi “Sosialisasi Panduan Kalibrasi Kalibrator Tegangan DC” di Tangerang Selatan, Jumat (27/10/2023)/Foto: Dok. BSN.


Oleh G. Suranto, Jumat, 27 Oktober 2023 | 17:53 WIB - Redaktur: Untung S - 48


Jakarta, InfoPublik - Dalam rangka mencapai Net Zero Emission (NZE) di 2060, Indonesia telah menyusun peta jalan transisi energi dimana target porsi energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi di tahun 2025 adalah sebesar 23 persen.

Berdasarkan hasil pemodelan, untuk mencapai target bauran energi terbarukan dalam kebijakan energi nasional, maka kapasitas rencana pembangkit listrik dari energi terbarukan pada 2025 harus berada pada kisaran 45,2 GW.

Sumber energi surya khususnya fotovoltaik (PV) memiliki potensi lingkungan yang besar sebagai energi terbarukan karena letak geografis Indonesia dan intensitas radiasi matahari yang tinggi. Rata-rata sekitar 1,7 kWh/m2 per tahun. Sumber energi surya menempati porsi tertinggi ketiga setelah air dan panas bumi.

“Sumber energi surya ditargetkan 6,5 GW yang setara dengan sekitar 24 juta modul PV terpasang,” terang Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran Termoelektrik dan Kimia - Badan Standardisasi Nasional (SNSU TK - BSN), Ghufron Zaid dalam Webinar Metrologi “Sosialisasi Panduan Kalibrasi Kalibrator Tegangan DC” di Tangerang Selatan, Jumat (27/10/2023), yang bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional ke-78.

Dari setiap modul PV yang terpasang, terdapat setidaknya lima rantai proses yang dilalui, yaitu kontrak dan tendering yang didasari oleh persyaratan mutu, pabrikasi atau penyediaan yang dijamin kualitasnya, perencanaan yang didesain mumpuni, instalasi dan komisioning yang andal, serta operasi, perawatan dan monitoring yang berkesinambungan.

“Dari setiap proses tersebut, memiliki aspek kemetrologian, oleh karenanya Laboratorium SNSU BSN mendukung kebijakan energi nasional terkait EBT dengan mengembangkan ruang lingkup kalibrasi standar untuk pengukuran tegangan listrik, arus listrik, resistansi insulator, daya listrik dan energi listrik yang diperlukan untuk penilaian kesesuaian terhadap aspek metrologi kelistrikan dari modul PV,” ungkap Ghufron.

Selain itu, Laboratorium SNSU BSN juga sedang melakukan peningkatan kapasitas kemampuan pengukuran dalam ruang lingkup kalibrasi standar radiometri dan fotometeri. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memberikan layanan baru untuk mengkarakterisasi Solar Simulator yang digunakan pada pengujian modul PV.

“Pengukuran yang akurat, reliabel dan tertelusur dari gas rumah kaca dan polutan menjadi basis yang penting untuk mendukung pemantauan dan penurunan emisi dalam upaya mencapai target Net Zero Emission. Penyediaan data-data pemantauan gas yang akurat dan valid menjadi sangat penting bagi pemerintah yang berpedoman pada legalitas/regulasi yang berlaku di dalam negeri maupun internasional mengenai ambang batas emisi gas di udara atmosfer untuk memutuskan kebijakan lingkungan yang tepat,” ujar Ghufron.

Hal ini dapat dicapai dengan memastikan bahwa instrument/peralatan pengukuran yang beroperasi di sistem pemantauan emisi di industri dan stasiun pemantauan kualitas udara di wilayah Indonesia telah dikalibrasi dengan bahan acuan campuran gas yang tertelusur (Certified Reference Material-CRM) agar menghasilkan data dengan keakuratan tinggi.

Saat ini, SNSU BSN khususnya di bidang metrologi gas dengan dukungan dari pemerintah dan stakeholder terkait, sedang mengupayakan pengembangan bahan acuan campuran gas rumah kaca tingkat ambien dan polutan gas tingkat emisi untuk menjamin mutu, keakuratan hasil dan ketertelusuran pengukuran dari pemantauan emisi polutan gas ini.

Dalam webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat SNSU TK BSN tersebut, disosialisasikan Panduan Kalibrasi Kalibrator Tegangan DC kepada laboratorium-laboratorium kalibrasi di seluruh Indonesia.

Ghufron menyampaikan bahwa diterbitkannya panduan kalibrasi ini oleh SNSU-BSN adalah sebagai bagian dari inisiatif untuk menyelaraskan praktik kalibrasi di berbagai laboratorium yang memiliki kepentingan dalam menjamin validitas pengukuran. Sesuai dengan SNI ISO/IEC 17025:2017 tentang persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi, laboratorium harus menggunakan metode pengukuran yang sesuai. Salah satu metode yang direkomendasikan adalah metode yang diterbitkan oleh organisasi bereputasi baik.