KLHK Dorong Pramuka Miliki Jiwa Wirausaha Kreatif

:


Oleh Wahyu Sudoyo, Selasa, 6 Juni 2023 | 14:53 WIB - Redaktur: Untung S - 175


Jakarta, InfoPublik – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong anggota Pramuka Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti memiliki jiwa wirausaha kreatis dengan menggelar bimbingan teknis berupa lokakarya (workshop) “Job Creation Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti Melalui Budidaya Maggot BSF".

"Selain berdampak pada peningkatkan pertumbuhan ekonomi, kegiatan wirausaha juga terkait dengan menciptakan lapangan pekerjaan atau job creation," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) KLHK, Ade Palguna Ruteka, dalam keterangan resmi yang diterima InfoPublik di Jakarta pada Selasa (6/6/2023).

Ade mengatakan lokakarya dan bimbingan teknis (Bimtek) budidaya maggot ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2023.

Kegiatan untuk peningkatan kapasitas generasi muda tersebut dimotori oleh Pusat Pengembangan Generasi LHK, BP2SDM, Kementerian LHK yang diikuti 100 peserta yang berasal dari Pimpinan Satuan Pramuka Nasional (PINSAKANAS) dan PINSAKA di wilayah DKI Jakarta.

“Bimtek itu bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah. Selain itu, mendukung capaian pembelajaran yang diinginkan dalam pembinaan Satuan Karya Pramuka khususnya saka Kalpataru dan Saka Wanabakti yang berasal dari lima pangkalan Satuan Karya Saka Saka Wanabakti (KAWAN) di Wilayah DKI Jakarta ini,” jelas Ade.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi LHK, Sinta Saptarina Soemiarno, menambahkan, setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat menjadi pionir wirausaha yang membantu pelestarian lima lingkungan di wilayah masing-masing.

Mereka juga dapat membuka peluang kerja bagi teman-teman saka maupun masyarakat sekitarnya.

"Bimtek ini dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan kreatif pada generasi LHK, dan agar peserta mampu untuk melakukan wirausaha kreatif melalui budidaya maggot BSF dengan pakan dari hasil pengolahan sampah organik," tutur Sinta.

Menurut Sinta, Sistem Informasi Pengelolaan Sampah KLHK menunjukkan bahwa sampah organik dapur yang berasal dari sisa makanan menurut data merupakan komposisi yang masih mendominasi jenis sampah secara nasional.

Komposis sampah berdasarkan jenis sampah yaitu 41.31 persen, sisa makanan dikuti oleh sampah plastik 18,23 persen, sampah ranting 13.09 persen, sampah kertas atau karton 11.23 persen dan jenis sampah lainnya seperti logam, kain, kulit, kaca dibawah tiga persen.

“Pemanfaatan sampah organik saat ini masih berfokus kepada pengolahan sampah organik seperti ranting, daun dan sampah sayuran untuk pembuatan kompos dimana proses yang dibutuhkan memerlukan waktu yang cukup lama (sekitar tiga hingga empat bulan),” ujar dia.

Acara itu juga dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Kepemudaan dan Kepramukaan Generasi Muda LHK, Pramu Risanto dan Sekretaris Umum PINSAKANAS, Hezliyah Siregar.

Foto: Biro Humas KLHK