Transformasi Digital Jadi Instrumen Wujudkan Visi Indonesia Maju 2045

:


Oleh Wahyu Sudoyo, Selasa, 6 Juni 2023 | 10:36 WIB - Redaktur: Taofiq Rauf - 248


Jakarta, InfoPublik – Program Transformasi Digital menjadi instrumen utama yang mendukung upaya mewujudkan Visi Indonesia Maju 2045, seiring hadirnya teknologi dan berbagai tantangan yang mengiringinya.

Demikian dikatakan Pelaksana tugas Menteri Komunikasi dan Infomratika (Plt Menkominfo), Mahfud MD, Rapat Kerja bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/6/2023). 

“Oleh karena itu, hadirnya teknologi digital serta kompleksitas tantangan yang melekat, menjadikan transformasi digital sebagai salah satu instrumen utama dalam mewujudkan visi Indonesia maju tahun 2045,” kata Mahfud.

Transformasi digital perlu digalakkan secara kolaboratif agar bermanfaat secara inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan.

Dalam hal ini, inklusif berarti seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses infrastruktur dalam ruang digital secara merata dan aman.

Sedangkan memberdayakan artinya masyarakat mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif, sekaligus menciptakan nilai tambah dalam pemanfaatan.

“Berkelanjutan memiliki makna masyarakat mampu merasakan manfaat teknologi digital secara kontinyu dan dapat mendukung pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs),” jelas Mahfud.

Sebagai kementerian sentral dalam mengawal tranformasi digital, Kementerian Kominfo dipastikan akan tetap melanjutkan penyiapan prasyarat pelaksanaan transformasi digital pada 2024 mendatang.

Terutama untuk membangun infrastruktur digital secara merata, mengembangkan talenta digital yang memadai sekaligus meningkatkan literasi media komunikasi publik yang efektif, dan melakukan tata kelola data serta teknologi digital dengan aman dan terpercaya.

“(Selain itu) Menjaga teknologi digital agar bersih dan aman sehingga dapat dimanfaatkan dengan produktif,” imbuh dia.

Menurut Menteri Mahfud, Kementerian Kominfo akan terus berupaya mengantisipasi dampak penetrasi internet yang sudah mencapai lebih dari 78 persen dari total populasi.

Antisipasi ini berkaitan dengan kesenjangan akses teknologi dan konektivitas digital yang masih terasa dalam berbagai dimensi baik ekonomi, sosial maupun spasial. 

“Kominfo juga memberikan perhatian atas meningkatnya ancaman siber, kebocoran data, penyebaran hoaks, peningkatan arus data secara global yang diprediksi mencapai 780 eksabita per bulan pada tahun 2026 mendatang,” kata Mahfud.

Rapat kerja itu turut dihadiri Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat Ubaidillah, Wakil Ketua KPI Pusat Mohamad Reza, Ketua Komisi Informasi Pusat Pusat Donny Yoesgiantoro, Waki Ketua KI Pusat Arya Sandhiyudha. Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, dan beberapa pejabat pimpinan tinggi madya Serta pratama di lingkungan Kementerian Kominfo. (foto: Biro Humas Kominfo).