BNPT Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Desa dari Pengaruh Ideologi Kekerasan

:


Oleh Wahyu Sudoyo, Jumat, 26 Mei 2023 | 21:35 WIB - Redaktur: Untung S - 298


Jakarta, InfoPublik – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meningkatkan kesadaran masyarakat desa dari pengaruh dan perkembangan ideologi kekerasan, radikalisme, terorisme, melalui Program Desa Siapsiaga.

"Paham radikal terorisme benar - benar ada. Perlu kiranya ada program yang tepat sasaran (Program Desa Siapsiaga) untuk menjawab pertanyaan bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat," kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kesiapsiagaan dan Pengendalian Krisis BNPT, Indra Gunawan, dalam keterangannya terkait Kegiatan Rapat Koordinasi Penyiapan Unsur Pendukung Wilayah pada Program Desa Siapsiaga di Jakarta pada Jumat (26/5/2023).

Menurut Indra, lingkungan pedesaan yang guyub dan harmonis seringkali dianggap sebagai lingkungan yang relatif aman dan terlindungi dari ancaman - ancaman ideologi kekerasan.

Padahal, faktanya di lingkungan pedesaan ideologi kekerasan, radikalisme dan terorisme dapat menyebar dan berkembang. 

“Desa pun kerap menjadi target potensial bagi jaringan teroris untuk mencari tempat merencanakan serangan, melakukan perekrutan anggota, perencanaan aksi, hingga pelatihan,” kata Kasubdit Kesiapsiagaan dan Pengendalian Krisis BNPT.

Indra mengatakan, dalam menggarap program Desa Siapsiaga, BNPT melibatkan kementerian dan lembaga, tokoh - tokoh daerah, unsur pendukung wilayah, mitra deradikalisasi hingga penyintas.

Program ini diharapkan mampu menambahkan pemahaman yang diberikan hingga menghasilkan outcome peningkatan kesadaran masyarakat desa terhadap kesiapsiagaan nasional.

"Pemahaman - pemahaman yang kita berikan ke masyarakat diharapkan akan memunculkan kepedulian dan kesadaran. Jadi yang takut jadi berani, apatis jadi peduli, yang peduli dapat mempengaruhi tetangga yang lain," jelas dia.

Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT RI, Ibnu Suhaendra, menjelaskan, wilayah desa juga potensial dijadikan untuk memperluas jaringan dan merekrut anggota teroris. 

Oleh karenanya, BNPT telah menentukan empat wilayah pilot project program Desa Siapsiaga, yakni Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Banten.

“Banten menjadi wilayah pertama yang akan segera launching pada Juni mendatang,” tutur Ibnu.

Sebelumnya BNPT mengadakan rapat bersama akademisi maupun praktisi untuk menyusun materi program Desa Siapsiaga, yang dimulai dari desa, jejaring siapsiaga yang aktif dan berkesinambungan terbentuk.

“Ke depannya daerah - daerah dapat membentuk desa siaga secara mandiri untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat demi terciptanya kesiapsiagaan nasional untuk Indonesia yang harmoni,” tandas Ibnu.

Foto: Biro Perencanaan, Hukum dan Humas BNPT