Kemhan Perkenalkan Buku Putih Pertahanan

:


Oleh Yudi Rahmat, Selasa, 31 Mei 2016 | 14:26 WIB - Redaktur: R. Mustakim - 1K


Jakarta, InfoPublik - Kementerian Pertahanan RI memperkenalkan buku putih Pertahanan 2015 kepada para atase pertahanan negara-negara sahabat.

"Buku Putih Pertahanan secara resmi telah dipublish dan didistribusikan kepada seluruh kementerian dan lembaga negara termasuk negara-negara sahabat," kata Dirjen Strategi Pertahanan Mayjen TNI Yoedhi Swastanto, usai penyerahan buku putih Pertahanan 2015 kepada Athan Negara-Negara Sahabat di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (31/5).

Menurut Yoedhi, tujuan penyerahan buku putih ini dalam rangka membangun saling percaya diantara para Athan negara sahabat, dan juga bisa dijadikan acuan atau pegangan bagi seluruh kementerian dan lembaga dalam rangka partisipasi pertahanan negara.

Buku putih ini, kata Yoedhi, menekankan perkembangan kandungan strategi baik secara global, regional maupun nasional, "Kemudian dari perkembangan strategis tersebut kita format atau formalisasikan beberapa potensi ancaman nyata maupun belum nyata, ancaman yang nyata termasuk terorisme, bencana alam, narkoba, cyber, penyeludupan dan sebagainya," kata Yoedhi.

Sedangkan ancaman yang belum nyata menurutnya adalah perang konvensional, tentunya dalam jangka lama kecil kemungkinan terjadi. "Namun demikian, kita tidak menyampaikan aspek itu, tapi di dalamnya  ditekankan, bagaimana kebijakan pembangunan postur pertahanan kita, baik itu pembangunan postur, kekuatan, kemampuan, gelar komponen-kompunen kita, demikian juga bagaimana peran dari masyarakat sipil, di dalam rangka  upaya kita membangun pertahanan negara kita," ungkapnya.

Kemudian juga di dalam buku putih ini memprioritaskan bagaimana membangun kerja sama nasional dengan negara-negara sahabat. "Di kawasan regional kita memfokuskan bagaimana penguatan sentralitas Asean ini, sebagai modalitas bagi negara-negara Asean untuk membangun arsitektur pertahanan di Asia Pasifik dan mempromosikan stabilitas keamanan di wilayah Asia Pasifik dan Asean," katanya.

Disamping itu, di buku putih juga, berisikan bagaimana membuat kebijakan pembangunan postur pertahanan dengan memanfaatkan industri-industri pertahanan Indonesia dan program-program bela negara, yang sudah sering dicanangkan Menteri Pertahanan yang targetnya adalah 100 juta militan bela negara.

"Yang tidak kalah pentingnya adalah kebijakan anggaran, diharapkan agar adanya dukungan anggaran yang konsisten, sehingga bisa tercapai membangun postur pertahanan kita sesuai strategi pertahanan hingga  2024," ungkap Yoedhi.