Jakarta, InfoPublik — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong perluasan pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas), bagi pelanggan rumah tangga dan sektor usaha kecil di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, guna menekan biaya pengeluaran energi masyarakat hingga 45 persen.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, melalui keterangan resmi, Minggu (9/8/2026). "Penyerapan gas bumi untuk jaringan pipa rumah tangga di Bojonegoro saat ini baru mencapai sekitar 55 persen dari total alokasi yang tersedia," katanya.
Kondisi itu menunjukkan masih terbukanya peluang besar untuk memperluas jangkauan sambungan jargas, baik melalui skema APBN, dukungan APBD pemerintah daerah, maupun investasi mandiri oleh PT PGN (Persero) Tbk.
Menurut Wahyudi, pemanfaatan gas bumi terbukti jauh lebih efisien, aman, dan ekonomis dibandingkan penggunaan bahan bakar berbiaya tinggi lainnya.
Dengan tarif penggunaan yang terjangkau—berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp70 ribu per bulan tergantung volume konsumsi—masyarakat dapat mengalokasikan sisa anggaran rumah tangga untuk kebutuhan pokok lainnya.
Selain untuk kebutuhan memasak dan pemanas air, jargas juga sangat potensial untuk menopang daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Dengan total volume gas bumi yang dimanfaatkan baru kurang lebih 55 persen dari alokasi, penggunaan jargas ternyata dapat memberikan efisiensi pembiayaan hampir 45 persen dan itu sangat membantu masyarakat. Artinya, ini efektif mengurangi cost pengeluaran per bulan," ujar Wahyudi.
Dukungan terhadap perluasan program ini juga disampaikan oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari.
Ratna memberikan apresiasi atas realisasi 16.200 sambungan jargas yang telah terpasang dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga Bojonegoro, serta berharap jumlah sambungan tersebut dapat terus ditambah oleh pemerintah. "Kami ucapkan terima kasih kepada BPH Migas. Melihat bagaimana 16.200 sambungan jargas selama ini sudah terpasang di Bojonegoro dan dimanfaatkan dengan maksimal, kami memohon dukungannya supaya bisa ditambah lagi. Ini penting untuk membantu perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum," kata Ratna Juwita Sari.