Jakarta, InfoPublik - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Sulawesi Tenggara berjalan tepat sasaran, serta sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku demi menjamin hak masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, melalui keterangan resmi, dalam Rapat Koordinasi Distribusi BBM yang digelar di Fuel Terminal Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/9/2026).
Laode menegaskan, kepastian ketersediaan stok hingga sampai ke tangan masyarakat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) merupakan arahan langsung dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Langkah itu ditujukan agar distribusi BBM bersubsidi dapat berlangsung efektif tanpa mengganggu aktivitas warga penerima manfaat. "Sesuai arahan Bapak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, selain ketahanan stok yang kita miliki, kita juga harus menjamin stok tersebut bisa sampai ke masyarakat sesuai dengan harga dan ketentuan yang berlaku," ujar Laode.
Sebagai langkah tindak lanjut dari evaluasi distribusi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga dijadwalkan menggelar pertemuan lanjutan bersama masing-masing kepala daerah.
Upaya itu difokuskan untuk memetakan tantangan geografis serta menyelesaikan persoalan pasokan BBM bersubsidi, khususnya bagi sektor perikanan dan pertanian di tiap wilayah. "Tadi kita diskusi dan masing-masing kepala daerah sudah memberikan masukan-masukannya, dan setiap kepala daerah itu punya keunikan-keunikan (proses distribusi) yang dialami di daerahnya," kata Laode Sulaeman.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Pertamina Patra Niaga itu juga dihadiri Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, serta lima kepala daerah, yaitu Wali Kota Baubau Yusran Fahim, Bupati Muna Bachrun Labuta, Bupati Muna Barat La Ode Darwin, Bupati Wakatobi Haliana, dan Bupati Buton Selatan Muhammad Adios.