Presiden Jokowi Berharap Penyaluran Banpang Terus Dilakukan hingga Akhir 2024

: Ibu-Ibu di Jambi penerima Bantuan Pangan dari Pemerintah tampak antusias/Foto: Biro Humas Badan Pangan Nasional


Oleh Farizzy Adhy Rachman, Kamis, 4 April 2024 | 15:05 WIB - Redaktur: Untung S - 241


Jakarta, InfoPublik - Presiden Joko Widodo memastikan kelancaran penyaluran bantuan pangan (banpang) beras kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tepat sasaran. Penyaluran bapang itu akan dilanjutkan hingga Juni 2024 dan diharapkan akan terus ada hingga akhir 2024 dengan melihat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan ke Gudang Perum Bulog Manggis, Bungo, Jambi dengan ditemani oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi pada Kamis (4/4/2024).

“Itu yang (banpang beras) 10 kilogram sudah diterima? Sudah berapa kali? Oh ini yang ke-4. Nanti (banpang beras) akan dilanjutkan ke bulan berikutnya sampai Juni, setuju? Semuanya sampai Juni ya. Nanti kita akan melihat lagi APBN. Kalau anggarannya memungkinkan, akan diteruskan lagi sampai Desember, tapi nggak janji. Karena saya kan buka APBN dulu, nanti bulan Juni. Kalau (sudah) dibuka anggarannya, (dan) memungkinkan (maka) akan diteruskan. Tapi kalau tidak memungkinkan, ya tidak (diteruskan). Saya ngomong apa adanya,” ujar Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan masyarakat, dikutip dalam siaran tertulis yang diterima InfoPublik Kamis (4/4/2024).

Bantuan pangan (banpang) beras itu menjadi salah satu program pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi, utamanya inflasi beras. Untuk itu, penyaluran banpang beras kepada 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ke seluruh penjuru Indonesia, selalu menjadi perhatian Presiden Joko Widodo dalam setiap kunjungan kerja ke daerah.

Presiden Joko Widodo juga memastikan bahwa kualitas beras banpang yang diterima oleh KPM merupakan kualitas yang bersih dan baik dikonsumsi demi menyambut Hari Raya Idulfitri 1445 hijriah.

“Berasnya yang diterima (kualitas) baik-baik semuanya ya? Tidak ada yang hitam? Tidak ada yang kuning? Bagus (kalau begitu). (Berasnya) bersih, (juga) bagus. Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan yang baik ini kepada bapak ibu semuanya. Selamat hari raya Idulfitri. Selamat Lebaran. Mohon maaf lahir dan batin,” ucap Presiden Jokowi.

Sejalan dengan pernyataan Presiden, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa kegiatan penyaluran banpang ini sudah dilakukan sejak tahun 2023 hingga tiga bulan sebelumnya.

“Bantuan pangan itu diberikan mulai dari tahun lalu, dari 2023. Kemudian berlanjut di 2024. Tadi Bapak Presiden sampaikan sampai dengan Juni. Lalu akan melihat anggarannya nanti, kalau misalnya ada kecukupan, maka akan dilanjutkan sampai dengan mungkin 3 bulan berikutnya. 

Sebagai informasi, per 3 April 2024 realisasi banpang beras periode pertama 2024 (Januari-Maret) secara nasional telah menyentuh 97,20 persen atau 641 ribu ton. Untuk wilayah Jambi sendiri, realisasi untuk 3 bulan pertama di 2024 telah sepenuhnya disalurkan sebanyak 6,1 ribu ton.

Pemerintah pun melalui ID FOOD juga sedang mendistribusikan banpang penanganan stunting berupa paket daging ayam beku seberat 0,9 sampai 1 kg dan 10 butir telur ayam. Realisasinya per 3 April 2024 telah diberikan kepada 13.843 Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Melalui program bantuan pangan yang terus digencarkan pemerintah, diharapkan akan mampu menjaga tingkat inflasi yang selalu mengalami lonjakan pada saat momentum Ramadan dan Idulfitri. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada inflasi bulan Maret, komoditas pangan bergejolak seperti beras, telur ayam, dan daging ayam tercatat masing-masing memiliki andil 0,9 persen.

Untuk itu, program bantuan pangan diharapkan dapat terus mendesak tingkat inflasi dan telah terlihat berkontribusi cukup signifikan pada laju inflasi beras secara bulanan. Inflasi beras di Maret 2024 berada di 2,06 persen dan mengalami pelemahan dikarenakan pada inflasi beras Februari 2024 berada cukup tinggi di indeks 5,32 persen.

Turut hadir membersamai Presiden Jokowi hari ini antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Bungo Mashuri, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA I Gusti Ketut Astawa, dan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jambi Ali Ahmad Najih Amsari.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Tri Antoro
  • Minggu, 19 Mei 2024 | 22:43 WIB
Jamuan Malam Kenegaraan World Water Forum ke-10 Berlangsung Khidmat
  • Oleh Tri Antoro
  • Minggu, 19 Mei 2024 | 16:59 WIB
Presiden Jokowi ke Bali Buka KTT World Water Forum Ke-10
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Sabtu, 18 Mei 2024 | 17:56 WIB
Kepala Bapanas Diganjar Penghargaan Inabuyer dari Kemenkop UKM
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Sabtu, 18 Mei 2024 | 17:55 WIB
Jaga Stabilitas Jagung dengan Optimal Serap Panen Petani