Jakarta, InfoPublik – Untuk meningkatkan upaya rasio kewirausahaan, pemerintah Indonesia telah mendirikan SMESCO, sebuah organisasi yang berspesialisasi dalam memberikan layanan promosi dan pemasaran kepada UKM Indonesia.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat kunjungan kerjanya di Belanda mengatakan layanan ini termasuk informasi pasar, alat pemasaran, promosi produk, jaringan pemasaran, distribusi, konsultasi pemasaran, dan inkubasi pemasaran.
“Tujuannya untuk membekali UKM dengan keterampilan dan sumber daya yang diperlukan untuk berkembang baik di pasar domestik maupun global,” kata Menteri Teten seperti yang dikutip InfoPublik Kamis (25/1/2024).
Sejak 2021, pemerintah Indonesia melalui KemenKopUKM telah melaksanakan program inkubasi wirausaha pemula melalui kemitraan dengan 20 lembaga inkubator bisnis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
“Upaya ini telah berhasil menginkubasi lebih dari 350 start-up. Mayoritas mitra lembaga inkubator bisnis ini telah bekerja sama dan berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta. Sisanya berasal dari bentukan pemerintah daerah di Indonesia," kata Menteri Teten.
Selain itu, Kemenkop UKM menjajaki peluang kerja sama dengan PUM Netherlands Senior Experts di Belanda terkait program inkubasi bisnis bagi wirausaha pemula (Start-Up) melalui penandatanganan Letter of Intent (LOI).
Penandatanagan LOI dilakukan oleh Deputi bidang Kewirausahaan Siti Azizah dengan Chief Executive Officer PUM, disaksikan Menteri Teten. Ia mengaku terkesan dengan dukungan yang diberikan oleh 1.300 volunteer experts PUM kepada 800-1600 UKM di 36 bidang usaha yang berbeda setiap tahunnya.
“Dengan inisiatif tersebut, diharapkan target penciptaan wirausaha baru di Indonesia sebesar 1 juta pada 2024 bisa tercapai,” kata Menteri Teten.