Angkutan Barang Dibatasi di Ruas Jalan Ini selama Libur Panjang Waisak

:


Oleh Dian Thenniarti, Jumat, 2 Juni 2023 | 06:29 WIB - Redaktur: Untung S - 471


Jakarta, InfoPublik - Pengaturan lalu lintas jalan selama libur panjang memperingati hari lahir Pancasila dan hari raya Waisak 2023 resmi berlaku mulai Kamis (1/6/2023). Ketentuan ini dimuat dalam keputusan bersama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dengan Korlantas Polri Nomor: KP-DRJD 4125 2023, SKB/76/V/2023.

"Untuk menjamin keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas pada ruas jalan tol dan non tol selama libur panjang hari lahir Pancasila dan hari raya Waisak, maka kami sepakat untuk melakukan pembatasan operasional angkutan barang," jelas Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Hendro Sugiatno, sebagaimana dikutip InfoPublik pada Kamis (1/6/2023).

Adapun pembatasan operasional angkutan barang dilakukan terhadap mobil barang dengan jumlah berat yang diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kilogram, bersumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, dan mobil pengangkut hasil galian, hasil tambang, maupun bahan bangunan.

"Pembatasan kami berlakukan sejak Rabu, 31 Mei 2023 pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB kemudian pada Kamis, 1 Juni 2023 pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB. Setelah itu dilanjut pada Minggu, 4 Juni 2023 pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB," jelas Hendro.

Pembatasan operasional angkutan barang ruas diberlakukan pada jalan tol sebagai berikut:
1. DKI Jakarta dan Jawa Barat: Jakarta - Cikampek;
2. Jawa Barat:
a. Cikampek - Purwakarta - Padalarang - Cileunyi;
b. Cikampek - Palimanan.

Sementara pada ruas jalan non tol berlaku pada:
1. DKI Jakarta - Jawa Barat: Jakarta - Bekasi - Cikampek - Pamanukan - Cirebon;
2. Jawa Barat: Cikampek - Purwakarta - Cikalong - Padalarang - Cileunyi.

"Ketentuan ini tidak berlaku bagi angkutan barang pengangkut BBM atau BBG, ternak, pupuk, pakan ternak, hantaran uang, serta bahan makanan pokok," tambah Hendro.

Namun dia mengingatkan, bagi angkutan barang yang mendapatkan pengecualian harus dilengkapi dengan surat muatan yang diterbitkan oleh pemilik barang yang diangkut. Surat muatan berisi keterangan jenis barang yang diangkut, tujuan pengiriman barang, nama dan alamat pemilik barang, serta ditempelkan pada kaca depan sebelah kiri angkutan barang.

Foto: MC Palembang/InfoPublik