Atambua, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Pemkab) Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), berkomitmen memperkuat kemandirian ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan pelayanan dasar guna memantapkan kedaulatan bangsa di kawasan perbatasan.
Arah kebijakan strategis tersebut disampaikan Bupati Belu Willybrodus Lay saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Umum Atambua, Senin (17/8/2026).
Bupati Willybrodus Lay menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa bumi yang menimpa Pulau Flores dan mengajak seluruh peserta upacara mendoakan para korban.
“Kiranya para korban yang meninggal dunia mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Bagi masyarakat terdampak yang berada di posko pengungsian, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan,” ungkap Willybrodus Lay.
Dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi warga, Pemkab Belu menyalurkan bantuan sarana pertanian seperti traktor, pompa air, hingga kultivator, serta mengembangkan jaringan irigasi dan sistem tumpang sari.
"Saya mengimbau masyarakat agar tidak menjual umbi porang yang masih kecil karena belum bernilai ekonomis. Umbi tersebut sebaiknya ditanam kembali. Saya juga meminta para peternak sapi dan kambing untuk menggembalakan ternak di area berpagar agar tidak merusak tanaman warga," kata Willybrodus Lay.
Guna mencegah praktik perdagangan orang di wilayah batas negara, Pemkab Belu memfasilitasi penempatan tenaga kerja resmi ke luar negeri melalui kerja sama dengan PT Binawan untuk pengiriman tenaga kerja ke Jepang, serta menjalin kemitraan pendidikan bersama lembaga asal Australia.
"Masyarakat Belu yang ingin bekerja di luar negeri diimbau memakai jalur resmi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu untuk mencegah perdagangan orang," jelas Willybrodus Lay.
Di sektor perlindungan sosial, Pemkab Belu mengalokasikan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan serta menyediakan fasilitas pembuatan SIM gratis bagi pengemudi ojek.
Bupati memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar terus meningkatkan kedisiplinan, penguasaan bahasa asing, dan etos kerja dalam menghadapi tantangan global.
"Saya berpesan kepada generasi muda untuk terus meningkatkan disiplin, etos kerja, penguasaan bahasa asing, dan keterampilan agar mampu bersaing di tingkat global. Jangan hanya mempersiapkan diri menjadi pekerja, tetapi jadilah wirausahawan mandiri yang mampu membuka lapangan kerja baru,” pesannya.
Mengenai tantangan pendidikan, Pemkab Belu menaruh perhatian pada capaian rata-rata lama sekolah yang berada di angka 7,5 tahun berdasarkan data BPS 2024.
"Saya mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama memastikan anak-anak menyelesaikan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, bahkan melanjutkan ke perguruan tinggi bagi yang mampu. Selain itu, masih ada anak kelas V dan VI SD yang belum bisa membaca dengan baik. Karena itu, memohon dukungan seluruh masyarakat agar persoalan ini dapat kita tuntaskan bersama,” tegas Willybrodus Lay.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Belu kembali mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut, diiringi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang terintegrasi.
Rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Belu diakhiri dengan penyerahan Surat Keputusan Remisi dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan kepada perwakilan warga binaan serta kegiatan toast kenegaraan di Gedung Aula Wanita Betelalenok.