Presiden: Keuntungan BUMN Digunakan untuk Hilirisasi dan Integrasi Tambang
Ilustrasi hilirisasi. (Foto: Kementerian ESDM)
Ilustrasi hilirisasi. (Foto: Kementerian ESDM)
Jakarta, InfoPublik — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan, keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini dialokasikan penuh untuk mempercepat program hilirisasi dan integrasi sektor hulu ke hilir (downstreaming with upstreaming), guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Hal itu disampaikan presiden, dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut presiden, kebijakan strategis itu dijalankan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru bagi masyarakat melalui optimalisasi pengolahan komoditas dalam negeri.
Melalui skema pengelolaan investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), pemerintah telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026, dan menjadwalkan 13 proyek hilirisasi lanjutan pada 29 April 2026.
Rangkaian proyek tersebut mencakup diversifikasi pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), hilirisasi komoditas tembaga dan emas, pengolahan garam industri, smelter alumina menjadi aluminium, hingga pengembangan proyek energi berbasis pengolahan sampah (waste-to-energy).
"Keuntungan BUMN sekarang kita gunakan untuk mempercepat upaya downstreaming kita dengan upstreaming. Kita beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia untuk mendapatkan teknologinya, manajemennya, pasarnya, yang bisa membantu jadikan Indonesia bagian dari rantai pasok dunia," ujarnya.
© Copyright 2026, All Rights Reserved