Pemerintah Pantauan Kepulangan Jemaah Haji untuk Waspada MERS-CoV

: Jemaah Haji yang sedang mendapatkan perawatan/Foto: Kemenkes


Oleh Putri, Kamis, 16 Mei 2024 | 22:07 WIB - Redaktur: Untung S - 147


Jakarta, InfoPublik - Upaya pemantauan Middle East respiratory syndrome Coronavirus (MERS-CoV) turut dilakukan setibanya jemaah haji kembali ke Indonesia. Skrining kesehatan, salah satunya mendeteksi suhu tubuh, akan diawasi oleh petugas karantina kesehatan.

Direktur Surveilans Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Achmad Farchanny mengatakan saat kepulangan jemaah haji sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya, sudah ada protapnya (prosedur tetap).

"Saat jemaah haji menginjakkan kaki di Tanah Air, kembali ke Indonesia, dia pertama kali akan diterima atau diawasi oleh petugas karantina kesehatan,” kata Farchanny melalui keterangan resminya Kamis (16/5/2024).

Nantinya, jemaah haji akan melalui thermal scanner di semua bandara debarkasi haji. Jika ada yang terindikasi demam, terdeteksi demam, atau ada jemaah begitu turun dari pesawat, kemudian atuk, itu pasti akan diperiksa lebih lanjut oleh petugas karantina kesehatan.

Jika petugas karantina kesehatan menemukan jemaah haji yang menunjukkan gejala yang mengarah ke MERS-CoV, Farchanny mengatakan maka jemaah tersebut akan langsung diisolasi dan dirujuk ke rumah sakit rujukan.

Jemaah haji yang sehat dan telah melalui skrining karantina kesehatan juga terus dipantau kesehatannya. Koordinasi pemantauan ini dilakukan oleh petugas karantina kesehatan dengan dinas kesehatan di daerah asal jemaah haji.

Farchanny menjelaskan pemantauan lebih lanjut selama dua kali masa inkubasi, sekitar 14 hari. Ini dilakukan oleh dinas kesehatan, oleh puskesmas, di daerah asal jemaah.

"Kalau jemaah haji menunjukkan gejala sakit, bisa ke puskesmas, ke klinik atau ke fasilitas kesehatan lainnya. Kami sampaikan pesan juga bahwa dia baru pulang haji,” kata Farchanny.

Jemaah haji Indonesia perlu mewaspadai penularan Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS), yang disebabkan oleh MERS-CoV.

MERS-CoV telah diidentifikasi dan dikaitkan dengan infeksi manusia dari unta tunggangan di beberapa negara Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan. Sebagian besar kasus konfirmasi MERS mengalami sindrom saluran pernapasan akut yang berat.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Putri
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 17:10 WIB
Kemenkes Komitmen dalam Peningkatan Layanan Bedah Saraf
  • Oleh Putri
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 15:29 WIB
Wamenkes RI Tekankan Obat Harus sampai ke Daerah Terpencil
  • Oleh Putri
  • Selasa, 11 Juni 2024 | 21:24 WIB
KKHI Makkah Fasilitasi Jemaah Sakit Jalani Safari Wukuf