Jakarta, InfoPublik - Pemerintah kembali membuka akses bagi santri berprestasi untuk dapat kuliah di sejumlah perguruan tinggi ternama melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2018, yang pendaftarannya mulai dibuka pada Kamis (15/3) dan bakal berakhir pada 15 April 2018.

PBSB adalah sebuah program afirmatif perluasan akses santri untuk melanjutkan studi sarjana dan profesi melalui suatu program yang terintegrasi mulai dari proses kerja sama, pengelolaan, sistem seleksi khusus bagi santri, serta pemberian bantuan pembiayaan yang diperlukan bagi santri yang memenuhi syarat, sampai dengan pembinaan masa studi dan pembinaan pengabdian setelah lulus.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemeng) Kamaruddin Amin mengatakan, PBSB merupakan upaya pemerintah untuk memperluas akses santri berprestasi supaya bisa kuliah di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.

“Program ini sudah berjalan lebih sepuluh tahun. Faktanya, para santri saat diberi kesempatan, mereka terbukti tidak kalah dengan siswa lain. Prestasi mereka di perguruan tinggi sangat gemilang. Sebagian sudah menjadi professional pada bidangnya, mulai dokter, pendidik, teknokrat, ahli gizi, dan lainnya. Sebagian sedang melanjutkan belajar di sejumlah perguruan tinggi ternama di luar negeri,” ujar Kamaruddin, seperti yang dikutip dalam keterangan Kemenag.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ahmad Zayadi menjelaskan, kuota beasiswa PBSB tahun ini berjumlah 290 dan tersebar di 14 perguruan tinggi mitra (PTM).

Ke-14 PTM tersebut terdiri dari tujuh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan UIN Alauddin Makassar.

Tujuh PTM lainnya adalah perguruan tinggi umum, yakni Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura, dan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Selain mendapat biaya perkuliahan, para santri yang lolos seleksi PBSB ini nantinya akan mendapat insentif bulanan serta dana pembinaan. Informasi PBSB selengkapnya bisa dilihat melalui pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id dan ditpdpontren.kemenag.go.id.

Seleksi PBSB akan menggunakan Computer Based Test (CBT). Tes CBT dibagi menjadi empat sesi. Pertama, Tes Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan kepesantrenan selama 60 menit. Kedua, Tes Potensi Akademik selama 70 menit. Sesi ketiga Tes Kemampuan Bidang Studi selama 120 menit, dan sesi keempat wawancara 150 menit.

Materi tes MIPA mencakup Matematika IPA, Fisika, Kimia, dan Biologi. Sedangkan materi tes IPS terdiri dari Matematika IPS, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi. Dan materi keagamaan meliputi Fiqih, Tafsir, Hadits, Aqidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam.

Berikut jadwal tahapan seleksi PBSB tahun 2018: Masa Pendaftaran (15 Maret – 15 April 2018); Verifikasi Data (16 – 30 April 2018); Pengumuman Tempat Seleksi (2 Mei 2018); Pelaksanaan Seleksi (14 – 18 Mei 2018); Penentuan Kelulusan (1 Juni 2018); dan Pengumuman Kelulusan (4 Juni 2018).